Periskop.id - Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menyediakan stimulus berupa paket sembako, bagi warga yang bersedia mendonorkan darahnya selama bulan Ramadan. Stimulus tersebut diberikan menyusul jumlah pendonor yang berkurang selama masa libur Lebaran.
"Jadi, pada H-5 hingga H+5 Lebaran, PMI DKI di semua unit pelayanan darah yang ada di kota memberikan stimulus kepada warga masyarakat yang ingin berdonor. Berupa apa? Berupa ada goodie bag (berisi sembako)," kata Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, wilayah Jakarta membutuhkan 1.000-1.200 kantong darah dalam sehari. Kebutuhan tersebut cenderung statis saat masa libur Lebaran. Sayangnya, jumlah pendonor berkurang lantaran sebagian masyarakat mudik ke kampung halaman.
"Seperti kita ketahui, setiap hari, PMI DKI Jakarta harus menyiapkan darah 1.000-1.200 kantong. Nah, selama bulan Ramadan memang pengalaman selama ini itu terjadi penurunan jumlah pendonor," ujar Beky.
Oleh karena itu, upaya donor darah dikebut di lima wilayah kota selama bulan Ramadan, termasuk Jakarta Barat. "Ini dalam rangka memitigasi kekurangan stok darah. Jadi, Insya Allah, dengan semua rangkaian kegiatan ini, stok darah aman. Kita juga tidak berharap terjadi adanya kebutuhan yang tiba-tiba melonjak," imbuhnya.
Momentum Ramadan
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengajak warga Ibu Kota memanfaatkan momentum Ramadan, untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, salah satunya melalui kegiatan donor darah.
Menurutnya, Ramadan mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana dapat bermanfaat bagi sesama. "Karena itu, kami mendorong PMI tetap aktif menggelar kegiatan donor darah di berbagai lokasi agar kebutuhan darah masyarakat tetap terpenuhi,” tuturnya.
Beky Mardani melanjutkan, untuk menjaga ketersediaan stok darah selama libur Idulfitri, PMI DKI Jakarta menyiapkan program stimulus berupa paket sembako bagi pendonor yang datang ke unit pelayanan darah pada periode H-5 hingga H+5 Lebaran.
Sementara itu, para relawan tetap bersiaga di berbagai titik pelayanan di Jakarta. PMI membuka 14 posko mudik yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
Selain memberikan pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama bagi pemudik, PMI juga menggelar kegiatan donor darah secara masif pada 9-13 Maret di Jakarta Barat. Selama kegiatan tersebut, sebanyak 4.037 orang mendonorkan darahnya sehingga membantu menambah ketersediaan stok darah di Jakarta.
"PMI DKI Jakarta juga menyalurkan hampir 8.000 paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat selama Ramadan,” ujarnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar