periskop.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2022–2026, Juda Agung, kini resmi mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Ia sebelumnya mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di BI terhitung sejak 13 Januari 2026.

Juda menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Juda juga menempati posisi sebagai Deputi Gubernur BI.

Juda menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari BI dilakukan karena mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan. Juda juga menekankan tidak dimungkinkan adanya rangkap jabatan antara otoritas moneter dan fiskal.

Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor, jurusan Teknologi Pertanian, yang diselesaikan pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Birmingham, Inggris, meraih gelar magister pada 1995 dan doktor di bidang Ekonomi pada 1999.

Karier Juda mencakup pengalaman di dalam dan luar negeri. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), Washington DC, pada 2017–2019.

Setelah kembali ke Indonesia, ia menjabat Asisten Gubernur BI yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada 2020–2022. Juda juga pernah memimpin Kantor Perwakilan BI Jawa Barat dan menjadi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.

Pada 24 Desember 2021, ia diangkat sebagai Deputi Gubernur BI melalui Keputusan Presiden, kemudian resmi dilantik pada 6 Januari 2022.

Harta Kekayaan Juga Agung

Mengacu pada LHKPN tahun pelaporan 2024 yang dilaporkan pada 10 Maret 2025, total kekayaan Juda Agung tercatat sebesar Rp56,08 miliar.

Rincian harta kekayaan Juda Agung antara lain:

  • Tanah dan bangunan: Rp21,52 miliar
  • Surat berharga: Rp22,31 miliar
  • Kas dan setara kas: Rp11,88 miliar
  • Alat transportasi dan mesin: Rp2,02 miliar
  • Total utang: Rp1,65 miliar
  • Nilai bersih kekayaan: Rp56.084.744.920