iklan periskop
Ekonomi

Juda Agung Resmi Jadi Wakil Menteri Keuangan, Gantikan Thomas Djiwandono

Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Juda mundur dari BI demi mandat presiden dan menekankan sinergi fiskal-moneter.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Juda Agung Resmi Jadi Wakil Menteri Keuangan, Gantikan Thomas Djiwandono
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu Jakarta, Kamis (5/2). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2). Juda menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Juda juga menempati posisi sebagai Deputi Gubernur BI.

‎Usai pelantikan, Juda menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari BI dilakukan karena mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan.

‎"Iya. Emang ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, sehingga ketika itu saya harus mengundurkan diri. Dan sekarang, sudah dilantik," kata Juda kepada media, Jakarta, Kamis (5/2). 

‎Ia menegaskan pengunduran diri tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan konsekuensi dari penugasan resmi. Juda juga menekankan tidak dimungkinkan adanya rangkap jabatan antara otoritas moneter dan fiskal.

‎Terkait pembagian tugas di Kementerian Keuangan, Juda bilang pembahasan teknis akan dilakukan dalam waktu dekat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

‎"Bukan mendadak. Betul, betul. Detailnya belum lah, nanti besok saya ketemu beliau untuk membahas detail pembagian tugasnya," tegasnya. 

‎Juda juga menyampaikan pesan dari Prabowo yang menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta merealisasikan program-program pemerintah.

‎"Tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," tuturnya. 

‎Menurut Juda, pengalamannya yang panjang di Bank Indonesia dan kini berada di otoritas fiskal akan memperkuat sinergi kebijakan. Hal serupa juga berlaku bagi Thomas Djiwandono yang berpindah dari otoritas fiskal ke moneter.

‎"Tentu saja, pengalaman saya yang lama di BI, kemudian di otoritas fiskal, ini tentu sinerginya akan lebih baik. Begitu juga Pak Thomas, yang dulunya di otoritas fiskal kemudian di moneter, jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik dibandingkan kalau masing masing diotoritasnya," Juda mengakhiri.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai wakil menteri keuangan, Juda Agung, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.