periskop.id - Juda Agung kini resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

‎Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan meski baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, wajah-wajah pejabat eselon di Kemenkeu sudah lama familier karena intens berkoordinasi sejak dirinya masih menjabat di level eselon bawah.

‎"Tetapi sebenarnya, kalau melihat wajah-wajah eselon I, eselon II, ini wajah-wajah yang familier bagi saya. Karena sejak saya mungkin di eselon III, eselon IV, itu saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di Kementerian Keuangan," kata Juda dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/2). 

‎Juda menjelaskan, sejak menjabat di lingkungan Bank Indonesia dirinya sudah kerap berkoordinasi dengan pejabat eselon III dan IV Kementerian Keuangan, khususnya dalam isu stabilitas sistem keuangan serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Karena itu, menurutnya, memasuki lingkungan otoritas fiskal bukanlah hal yang sepenuhnya baru.

‎"Bukan hal yang baru bagi saya ya, bidang koordinasi SSK, fiskal-moneter, itu sudah biasa. Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan ini, bukan hal yang baru," terang dia. 

‎Juda menambahkan, pengalamannya di Bank Indonesia akan memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menyebut penguatan koordinasi tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

‎"Waktu saya bertemu beliau arahnya intinya adalah bahwa fiskal-moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik, untuk mencapai target-target pertumbuhan. Dan tentu saja kita juga harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dari fiskal," tuturnya.

‎"Saya sangat gembira disambut oleh teman-teman keuangan," imbuh Juda mengakhiri.