Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) setelah sebelumnya sempat dilakukan penarikan secara bertahap. Langkah ini diambil setelah pihaknya mengevaluasi kondisi likuiditas perbankan yang dinilai mulai mengetat dalam beberapa pekan terakhir.

Purbaya menerangkan, keputusan mengembalikan dan menambah penempatan dana SAL di Himbara diambil setelah menerima masukan langsung dari para direktur utama bank pelat merah. Menurutnya, para pimpinan bank menyampaikan bahwa likuiditas di sektor perbankan mulai mengering seiring penarikan dana pemerintah sebelumnya.

"Terus yang masalah Himbara. Ada yang ribut kemarin. Ada yang nanya tuh, itu kan di sana udah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah," kata Purbaya saat media briefing, dikutip Sabtu (27/6).

Kebijakan penempatan SAL ke Himbara yang dilakukan Purbaya tercatat mengalami beberapa kali perubahan sejak dirinya menjabat pada 2025. Saat pertama kali dilantik, ia menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun di bank Himbara pada September 2025.

Dua bulan berselang, pada November 2025, jumlah tersebut bertambah Rp75 triliun sehingga total penempatan mencapai Rp275 triliun. Memasuki awal 2026, pemerintah menarik kembali dana SAL sebesar Rp75 triliun sehingga posisi penempatan kembali menjadi sekitar Rp200 triliun.

Beberapa bulan berikutnya, pemerintah kembali menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun. Memasuki Juni 2026, kebijakan penempatan dana SAL berlangsung lebih dinamis, ditandai penarikan bertahap oleh pemerintah sekitar dua pekan lalu.

Setelah evaluasi terhadap kondisi likuiditas perbankan, pemerintah memutuskan mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 triliun.

"Tadinya 200 tambah, saya tambah 100. Nanti ada yang 75-100 lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi," terang Purbaya.

Purbaya menyebutkan, langkah tersebut dilakukan atas arahan Presiden guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga sehingga penyaluran kredit dapat berjalan optimal. Ia berharap tambahan likuiditas itu dapat mendorong aktivitas ekonomi, menurunkan tekanan suku bunga di pasar, serta memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi begini. Pak Presiden ingin ekonominya kan tetap jalan. Semua gangguan dihilangkan. Kita selalu mikir kan. Kita mikir dikit-dikit lah. Dikasih petunjuk ya kita mikir dikit-dikit. Tujuannya begini. Anda perhatikan kan kemarin lemahnya rupiah seiringnya dengan mengeringnya likuiditas. Itu beredar di perbankan, di pelaku usaha. Artinya ekonomi akan melambat. Kalau ekonomi melambat orang takut investor keluar gara-gara gitu," paparnya.

Tambahan penempatan dana SAL tersebut akan didistribusikan ke lima bank Himbara, yaitu Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, dan Bank BSI.

"Untuk semangatnya seperti itu. Karena kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan. Artinya ke bank-bank yang lain melalui pasar interbank," tutup Purbaya.