Strava Hapus Opsi Nonaktifkan Fitur AI Athlete Intelligence
Strava menghapus opsi nonaktifkan fitur AI Athlete Intelligence lewat pembaruan kebijakan Agustus 2026, pengguna kini cuma bisa kasih masukan lewat fitur feedback.

Periskop.id - Strava resmi menghapus opsi opt-out dari fitur kecerdasan buatan Athlete Intelligence. Kebijakan baru ini tercantum dalam laman resmi Strava yang diperbarui pada Agustus 2026.
Perubahan tersebut membuat pengguna platform pelacakan kebugaran itu tak lagi bisa menonaktifkan fitur AI secara mandiri lewat pengaturan aplikasi. Dalam bagian FAQ, Strava menyebutkan tidak ada mekanisme untuk keluar dari Athlete Intelligence.
Athlete Intelligence sendiri merupakan fitur berbasis generative AI yang mengolah data aktivitas olahraga pengguna menjadi rangkuman dan wawasan performa. Sistem ini memanfaatkan data aktivitas, termasuk informasi kesehatan dan lokasi, untuk menghasilkan analisis yang lebih personal.
Sejumlah metrik ikut dianalisis, mulai dari kecepatan atau pace, Grade Adjusted Pace, detak jantung, zona detak jantung, hingga zona pace dan power. Pengguna juga bisa mengetuk opsi "Say More" untuk mendapatkan analisis yang lebih mendalam.
Fitur ini tersedia bagi pelanggan Strava dan pengguna yang sedang menjalani masa uji coba gratis. Athlete Intelligence mendukung berbagai jenis aktivitas, seperti lari, bersepeda, hiking, berjalan kaki, hingga sejumlah aktivitas virtual.
Lifehacker melaporkan, hilangnya opsi nonaktifkan ini berarti pelanggan yang tak menginginkan rangkuman AI sudah tidak punya jalan keluar lewat pengaturan aplikasi. Kondisi ini berbeda dari saat Athlete Intelligence pertama kali diperkenalkan pada 2024.
Ketika masih berstatus beta, Strava menyediakan tombol "Leave the beta" bagi pengguna yang ingin keluar dari fitur tersebut. Setelah status beta dicabut, pilihan itu ikut dihapus oleh perusahaan.
Strava beralasan, Athlete Intelligence kini diperlakukan sebagai bagian dari fitur reguler, bukan lagi fitur uji coba. Karena itu, mekanisme opt-out yang sebelumnya tersedia di masa beta dianggap tak lagi relevan.
Sebagai gantinya, perusahaan mengarahkan pengguna untuk menekan tombol "Give feedback" apabila rangkuman AI dinilai kurang akurat, tidak membantu, atau tak sesuai dengan aktivitas mereka. Penilaian yang bisa diberikan berkisar dari sangat membantu hingga tidak membantu atau dianggap ofensif.
Athlete Intelligence juga tidak cuma menganalisis satu aktivitas saja. Strava menjelaskan, sistem dapat mempertimbangkan aktivitas sebelumnya yang relevan saat menghasilkan sebuah insight, bahkan bisa menelusuri data hingga 30 hari ke belakang untuk menganalisis Relative Effort.
Hasil analisis tersebut hanya bisa dilihat oleh pemilik akun masing-masing. Fitur ini pun baru tersedia lewat aplikasi seluler, belum bisa diakses melalui situs web Strava.
Dengan kebijakan baru ini, pengguna Strava yang memperoleh Athlete Intelligence praktis kehilangan kendali untuk mematikan fitur AI secara mandiri. Satu-satunya jalan yang tersisa bagi pengguna yang keberatan adalah memberikan masukan lewat fitur feedback atas insight yang dihasilkan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai strava dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.