Periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini lewat operasi tangkap tangan di Nusa Tenggara Barat. Penangkapan itu berlangsung dalam operasi senyap yang digelar penyidik lembaga antirasuah.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan berlangsungnya operasi tersebut. Menurutnya, penindakan memang dilakukan penyidik terhadap orang nomor satu di Lombok Barat itu.

"Benar," kata Fitroh kepada wartawan, Senin (20/7).

Kendati sudah mengonfirmasi penangkapan, KPK belum membeberkan jenis perkara yang menjerat Lalu Barat. Konstruksi kasus serta identitas pihak lain yang ikut diamankan juga masih ditutup rapat.

Penyidik kini mengantongi tenggat 1x24 jam untuk memaparkan status hukum para pihak dalam perkara ini.

Penangkapan Lalu Barat menambah panjang deret operasi senyap KPK sepanjang tahun ini. Tercatat, penindakan tersebut menjadi OTT ke-16 yang dilancarkan lembaga antirasuah pada 2026.

Sebelumnya, penyidik sudah menjaring beragam pihak dari berbagai daerah maupun instansi. Sasarannya membentang mulai dari KPP Madya Jakarta Utara, Kabupaten Pati, Kota Madiun, hingga KPP Banjarmasin.

Rentetan operasi juga menyasar Bea Cukai Jakarta, Pengadilan Negeri Depok, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Cilacap.

Daftar sasaran turut mencakup Kabupaten Tulungagung, lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Kabupaten Muara Enim, BPK Muara Enim, Kabupaten Kuansing, serta Kabupaten Sukoharjo.

Kepastian soal konstruksi perkara dan para tersangka bergantung pada rampungnya pemeriksaan penyidik dalam sisa waktu yang ada.