iklan periskop
Hukum

Dua Tersangka Challenge Hafalan Qur'an Tukar Miras Ditahan

Dua tersangka challenge hafalan Al-Qur'an tukar miras di konser The Sounds Project digiring ke ruang tahanan Polda Metro Jaya berbaju tahanan.

1 minggu yang lalu · 3 mnt baca
newport, the sounds project, ad dhuha
Tangkapan layar saat pengunjung konser yang diselenggarakan The Sounds Project sedang menjalani tantangan hafalan Al-Quran dengan imbalan minuman keras di salah satu booth dalam festival musik tersebut. dok. ist
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Polda Metro Jaya menahan dua tersangka kasus tantangan hafalan Al-Qur'an yang ditukar minuman keras di konser The Sounds Project, Ancol, Jakarta Utara. Kedua tersangka berinisial R (perempuan) dan E (laki-laki) itu kini mengenakan baju tahanan.

Keduanya terlihat digiring dari ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju ruang tahanan pada Kamis (13/8). Tak ada kata yang terucap dari mulut R maupun E, mereka hanya tertunduk sepanjang proses penggiringan.

"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito, Rabu (12/8).

Penanganan kasus ini sebelumnya berada di Polres Metro Jakarta Utara sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Proses hukum terhadap kedua tersangka disebut masih terus berjalan.

"Proses hukum sedang berjalan dan untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke PMJ," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi.

Di sisi lain, pihak penyelenggara acara, The Sounds Project, ikut buka suara lewat akun Instagram resminya. Mereka menyatakan kecewa dan mengecam perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan tantangan maupun promosi produk.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis The Sounds Project.

Penyelenggara menegaskan aksi tersebut tidak pernah mendapat arahan maupun persetujuan dari pihak mereka. The Sounds Project mengaku telah menegur sponsor terkait agar kasus ini diselesaikan sampai tuntas.

"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," lanjut pihak penyelenggara. Mereka juga berjanji mengawal proses hukum sekaligus mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung dalam insiden itu agar bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Direktur Newport Handoko Sasongko turut menyampaikan permintaan maaf terkait video yang beredar dari booth Newport saat gelaran The Sounds Project berlangsung, Minggu (9/8).

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ungkap Handoko dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8).

Handoko menegaskan aktivitas tersebut bukan program, konsep promosi, maupun arahan yang direncanakan Newport. Ia menyebut aksi itu muncul spontan dari pengunjung di lokasi acara.

Direktur Newport itu juga mengakui adanya kelemahan pengawasan di lapangan, sehingga pengunjung bisa mengambil alih mik dari MC. Newport menyatakan menghormati nilai-nilai agama dan sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mik dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap Handoko.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.