iklan periskop
Hukum

Polisi Selidiki Potongan Kaki di Sungai Limo Depok

Potongan kaki manusia ditemukan petugas SDA saat membersihkan Sungai Limo, Depok. Polisi menduga ada kaitan dengan kasus mutilasi yang belum tuntas.

6 jam yang lalu · 3 mnt baca
Ilustrasi TKP
Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP). AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyelidiki penemuan potongan tubuh yang diduga kaki manusia di aliran Sungai Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok. Temuan itu terjadi Rabu (19/8) dan langsung ditindaklanjuti tim gabungan kepolisian.

Ketua Tim Khusus (Katimsus) 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menjelaskan, potongan tubuh itu pertama kali terlihat oleh dua petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Limo. Keduanya sedang melakukan pembersihan rutin di area sungai saat menemukan bagian tubuh tersebut.

"Petugas SDA sedang pembersihan di sungai, kemudian ditemukan ada potongan tubuh bagian diduga kaki. Dari petugas tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Breggy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).

Setelah laporan itu masuk, tim gabungan bersama Unit Identifikasi Polda Metro Jaya bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses ini dilakukan guna memastikan kondisi dan posisi temuan sebelum dibawa ke tahap pemeriksaan lanjutan.

"Potongan tubuh tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan forensik," ucap Breggy.

Pemeriksaan medis itu, menurutnya, bertujuan memastikan keabsahan temuan sekaligus menguji keterkaitannya dengan dugaan kasus mutilasi sebelumnya. Aliran Sungai Limo sendiri diketahui tersambung dengan sistem aliran Kali Licin, sehingga kemungkinan benda terbawa arus dari lokasi lain turut jadi pertimbangan penyidik.

"Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik Kramat Jati untuk pendalaman lebih lanjut, untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu," ujar Breggy.

Dugaan kaitan tersebut merujuk pada kasus mutilasi yang sebagian tubuh korbannya ditemukan di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Hingga kini, kepolisian masih mencari potongan kaki korban dari kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyebutkan, penyidik Satreskrim Polres Depok dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus memburu bagian tubuh yang belum ditemukan itu.

"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya mencari potongan badan bagian bawah, dua kaki, ya, yang dibuang oleh tersangka," kata Iman di Jakarta pada 7 Agustus 2026.

Iman membeberkan dua kendala utama dalam proses pencarian itu, yakni ketidakpastian titik awal pembuangan oleh tersangka dan pengaruh aliran air yang bisa membawa potongan tubuh berpindah jauh dari lokasi semula.

"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," tutur Iman.

Kasus mutilasi di Tanah Merah itu sebelumnya terungkap setelah pelakunya ditangkap tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, korban bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, diduga dibunuh oleh pelaku berinisial SA (26).

"Tentunya, tim dari K9 dan tim kami juga harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," pungkas Iman.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya), RS Polri kramat jati, dan kriminal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.