Periskop.id - Sri Mulyani Indrawati bukan nama baru di lingkungan Bank Dunia. Mantan Menteri Keuangan RI ini pernah menduduki beberapa posisi strategis di lembaga keuangan multilateral tersebut, dan penunjukan terbarunya kembali jadi sorotan.

Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini dikenal sebagai ekonom Indonesia dengan jam terbang tinggi di kancah keuangan global. Kiprahnya di World Bank Group ikut membuktikan kapasitasnya di level internasional sekaligus mencatatkan sejarah tersendiri bagi Indonesia.

Apa Jabatan Terbaru Sri Mulyani di Bank Dunia?

Bank Dunia baru saja menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) untuk proses pengisian kembali pendanaan atau replenishment ke-22.

Dalam peran ini, Sri Mulyani akan memimpin upaya menggalang dukungan kebijakan sekaligus pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia. IDA sendiri dikenal sebagai salah satu sumber pembiayaan terbesar untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara berpendapatan rendah.

Skema pendanaan IDA mencakup pinjaman berbunga nol atau rendah, serta hibah untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Program ini juga bertujuan memperkuat ketahanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di berbagai negara.

Bagaimana Awal Karier Sri Mulyani di Bank Dunia?

Sebelum penunjukan terbaru ini, Sri Mulyani sempat mengemban posisi kepemimpinan di Bank Dunia. Berikut rincian jabatan strategis yang pernah dipegangnya.

Pertama menjadi Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia periode 2010 hingga 2016. Sri Mulyani ditunjuk mengisi posisi ini sekitar Mei atau Juni 2010, tepat setelah ia mengundurkan diri dari kursi Menteri Keuangan RI. Ia resmi dilantik sebagai Direktur Pelaksana sekaligus COO Bank Dunia sejak 1 Juni 2010, dengan penunjukan langsung dari Presiden Bank Dunia saat itu, Robert Zoellick.

Selama menjabat, Sri Mulyani mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil menduduki jajaran pimpinan puncak di lembaga keuangan multilateral tersebut. Tanggung jawabnya meliputi pengawasan penuh atas operasional Bank Dunia secara global sepanjang periode itu.

Cakupan tugasnya juga meliputi pengawasan proyek pembangunan di kawasan Afrika, Asia Pasifik, Eropa Timur, hingga Amerika Latin. Ia turut memimpin program pengentasan kemiskinan serta reformasi operasional internal Bank Dunia.

Masa baktinya di Bank Dunia berakhir pada 27 Juli 2016, bertepatan dengan dipanggilnya ia kembali ke Tanah Air oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan RI.

Siapa Mitra Sri Mulyani di IDA22?

Kini ia menjadi Ketua Bersama Penggalangan Dana IDA22 Bank Dunia untuk periode 2026. Bank Dunia kembali melirik sosok Sri Mulyani dengan menunjuknya sebagai Ketua Bersama Independen untuk penggalangan dana Asosiasi Pembangunan Internasional ke-22.

Kali ini Sri Mulyani memegang peran sentral dalam memimpin mobilisasi dukungan kebijakan dan alokasi pendanaan donor internasional bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan berkembang. Dalam menjalankan misi global tersebut, ia bermitra dengan Managing Director dan Chief Knowledge Officer World Bank Group Paschal Donohoe.

Rekam jejak ini menunjukkan bagaimana kepercayaan Bank Dunia terhadap Sri Mulyani tidak berhenti pada satu periode saja. Dari kursi operasional hingga peran penggalangan dana global, posisinya terus relevan di lembaga multilateral tersebut.