Periskop.id - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat lonjakan laba bersih tertinggi di antara emiten LQ45 pada semester I 2026, mencapai 920% secara tahunan. Data Stockpick LQ45 dari BRI Danareksa Sekuritas per Rabu (5/8) menunjukkan performa itu ditopang kenaikan pendapatan 59,3% YoY.
Emiten milik Grup Barito itu unggul jauh dibanding emiten lain yang dipantau BRI Danareksa Sekuritas. Posisi berikutnya ditempati PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan pertumbuhan laba bersih 355% YoY, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang membukukan kenaikan laba 313% YoY.
"Kinerja fundamental menjadi salah satu faktor penting dalam melihat peluang investasi jangka panjang," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Stockpick LQ45, Rabu (5/8).
Dari sisi pendapatan, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 124,6% YoY, dengan laba bersih naik 101% YoY. Posisi berikutnya diisi CUAN dengan pertumbuhan pendapatan 59,3% YoY dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 44% YoY.
Sejumlah saham LQ45 lain juga membukukan pertumbuhan laba yang kuat sepanjang semester I 2026. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tumbuh 127% YoY, disusul PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebesar 103% YoY.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatat kenaikan laba 95% YoY. Diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 87% YoY dan PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar 85% YoY.
Di kelompok perbankan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan pertumbuhan laba bersih 41% YoY, meski pendapatannya justru turun 10,7% YoY.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat kenaikan laba 24% YoY. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih tumbuh, dengan pendapatan naik 2,2% YoY dan laba bersih naik 2% YoY.
Kondisi pasar modal yang masih dinamis sepanjang semester I 2026 tidak menyurutkan kinerja emiten-emiten anggota indeks LQ45. Fundamental korporasi yang masih terjaga dinilai jadi salah satu pertimbangan investor dalam memilih saham.
BRI Danareksa Sekuritas mengingatkan keputusan pembelian maupun penjualan saham tetap berada di tangan investor. Data pertumbuhan laba dan pendapatan emiten LQ45 tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar