Periskop.id - Polres Pemalang menyelidiki dugaan perundungan yang diduga menyebabkan siswa SMPN 4 Randudongkal berinisial AAF (13) meninggal dunia. Sebanyak 11 orang telah diperiksa terkait kasus ini.
Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan Umar Rela menyatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Ia menyebutkan proses pemeriksaan melibatkan sejumlah pihak yang dekat dengan korban.
"Yang diperiksa termasuk teman, guru, dan keluarga korban," kata Faizal di Pemalang, Senin (3/8).
Sebelum meninggal, AAF sempat dirawat selama satu hari di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Ia dikabarkan meninggal dunia pada Ahad (2/8).
Ketika ditanya soal gejala yang dialami AAF sebelum dilarikan ke rumah sakit, Faizal masih enggan memberikan komentar banyak.
"Kalau itu masih proses pendalaman," ujarnya.
Faizal menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan AAF meninggal akibat perundungan selama proses pendalaman masih berjalan. Kepolisian, kata dia, sudah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait langkah autopsi jenazah.
"Kami mengarahkan untuk diautopsi biar tahu penyebab kematiannya apa. Kami koordinasi dengan pihak keluarga, dan keluarga setuju dengan hal tersebut," ucapnya.
Autopsi jenazah AAF dilaksanakan di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal dengan melibatkan tim dari Biddokkes Polda Jawa Tengah. Faizal mengaku belum mengetahui kapan hasil autopsi tersebut akan keluar.
"Saya menunggu dari Biddokkes Polda Jateng. Karena yang mengeluarkan hasilnya Biddokkes Polda Jateng nanti," ujarnya.
Faizal memastikan pihaknya akan bekerja secara profesional dalam mengusut penyebab kematian AAF.
"Jika ditemukan unsur pidana, kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata dia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar