Periskop.id - Dosen sekaligus peneliti Pusat Studi Sawit IPB University Siti Nikmatin menyebutkan limbah kelapa sawit punya potensi besar untuk diolah jadi produk dan kerajinan UMKM bernilai tambah tinggi. Pemanfaatan limbah tersebut dinilai bisa mendukung industri sawit nasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Nikmatin menjelaskan, optimalisasi limbah sawit menunjukkan komoditas ini punya nilai strategis yang bisa terus dikembangkan. Menurutnya, pengembangan tersebut berpotensi memberi manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

"Optimalisasi potensi limbah tersebut menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia," ujar Nikmatin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Salah satu contoh yang disorot Nikmatin adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pasokannya melimpah karena sekitar 23% dari tandan buah segar (TBS) akan menjadi tandan kosong, dengan kadar bahan kering mencapai 35%.

Berdasarkan asumsi tersebut, potensi ketersediaan TKKS di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta ton per tahun. Angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring naiknya produksi TBS nasional.

"Jadi, setiap hari pasti akan menumpuk limbah kelapa sawit di pabrik pengolahan CPO," kata Nikmatin.

Selama ini, TKKS baru dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik. Nikmatin menambahkan, lewat inovasi, limbah tersebut sebenarnya bisa diolah jadi bahan baku produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Inisiatif pengembangan produk UMKM berbasis limbah sawit itu, menurutnya, sudah dijalankan sejumlah pelaku usaha di Indonesia. Salah satunya PT Intertisi Material Maju (IMM), yang mengolah TKKS menjadi helm, tas, alas kaki, batik, rompi anti-peluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.

Pengembangan produk di PT Intertisi Material Maju berawal dari riset yang dimulai sejak 2015, dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Nikmatin menilai BPDP punya peran penting dalam mendorong riset dan inovasi pemanfaatan limbah sawit.

Dukungan itu, menurutnya, tak cuma memberi manfaat ekonomi lewat produk inovatif dan berdaya saing, tapi juga berdampak positif ke lingkungan karena bisa mengurangi limbah industri. Dari sisi sosial, pengembangan ini juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan perkebunan dan pabrik lewat keterlibatan dalam proses produksi.

Nikmatin menilai BPDP konsisten mendorong pengembangan aneka produk turunan sawit, termasuk pengolahan limbah, agar bernilai tambah, ramah lingkungan, berdaya saing, dan jadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

"Pemanfaatan limbah kelapa sawit pastinya memiliki potensi besar untuk mengantarkan sektor usaha tumbuh dan maju secara berkelanjutan. Apalagi, pasokan limbah kelapa sawit kita berlimpah," katanya.