Periskop.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merespons rencana pemerintah yang akan memberikan izin kepada Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk mengelola pabrik crude palm oil (CPO). Pihaknya menyatakan mendukung setiap kebijakan pemerintah, namun meminta agar rencana tersebut dikaji secara lebih mendalam sebelum diterapkan.

‎Pengurus Bidang Komunikasi GAPKI, Mochamad Husni, mengatakan pada prinsipnya asosiasi selalu mendukung berbagai strategi dan kebijakan yang disusun pemerintah untuk mendorong pengembangan industri sawit nasional.

‎"Kalau dari asosiasi, sebenarnya mirip-mirip juga dengan kemunculan kemarin soal ekspor satu pintu dan seterusnya. Dari asosiasi selalu mendukung program dari pemerintah maupun strategi-strategi yang disusun oleh pemerintah," ujar Husni dalam media briefing, Kalimantan Tengah, Kamis (30/7).

‎Meski demikian, Husni berharap pemerintah melakukan kajian yang lebih komprehensif dan mendalam agar kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi industri sawit, masyarakat, serta perekonomian nasional.

‎"Harapan dari kita cuma ingin pemerintah melakukan kajian yang lebih mendalam, lebih dalam supaya efeknya nanti baik buat industri maupun masyarakat dan ekonomi Indonesia," jelasnya.

‎Sebagai informasi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan Kementerian Koperasi akan segera meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang bergerak di sektor minyak sawit dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Agustus 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan peran koperasi dalam mengelola sektor-sektor strategis.

‎Untuk sektor minyak sawit, KDMP akan mengelola pabrik crude palm oil (CPO) yang akan diresmikan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sementara itu, KDMP di sektor energi akan mengoperasikan PLTS berkapasitas 0,5 hingga 1 megawatt (MW) yang berlokasi di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kepulauan Riau.

‎Ferry menegaskan, pemerintah kini telah membuka peluang bagi koperasi untuk mengelola berbagai bidang usaha strategis, termasuk pertambangan, mineral, perkebunan kelapa sawit, hingga pembangkit listrik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎"Bulan Agustus, kami akan meresmikan pabrik CPO di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, itu Koperasi Unit Desa Sejahtera. Kemudian, bulan Agustus juga kami dengan izin dan perkenaan Bapak (Presiden Prabowo Subianto), ingin meresmikan PLTS skala 1/2 sampai 1 megawatt (MW) di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau," kata Ferry dikutip dari Antara.