Periskop.id - Pemerintah Brasil menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Argentina setelah Presiden Argentina Javier Milei kembali melontarkan pernyataan yang menghina Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Hubungan kedua negara kini hanya akan ditangani pejabat diplomatik sementara, bukan lagi lewat duta besar.

Keputusan tersebut diambil setelah Milei, dalam wawancara dengan stasiun televisi Argentina LN+, menyebut Lula sebagai "mantan narapidana", "pencuri", dan "koruptor". Duta Besar Brasil untuk Argentina, Julio Bitelli, dipastikan tidak akan kembali bertugas di Buenos Aires.

"Hubungan kedua negara kini hanya akan ditangani pada tingkat chargé d'affaires atau pejabat diplomatik sementara," kata seorang sumber pemerintah Brasil, seperti dikutip Reuters, Rabu (5/8).

Bitelli sebelumnya sempat dipanggil pulang ke Brasilia akhir bulan lalu, menyusul kritik Milei terhadap Lula dalam peluncuran kampanye Flavio Bolsonaro. Flavio merupakan kandidat oposisi yang akan menantang Lula dalam pemilihan presiden Brasil pada Oktober mendatang.

Dalam acara tersebut, Milei secara terbuka menyatakan dukungannya kepada putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu. Dukungan tersebut turut memperkeruh hubungan Brasil-Argentina yang sudah renggang sejak Milei menjabat.

Pemerintah Brasil juga telah menyampaikan keputusan penurunan status diplomatik itu secara resmi kepada Duta Besar Argentina di Brasilia, Daniel Raimondi. Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Argentina belum memberikan tanggapan atas langkah tersebut.

Sejak Milei menjabat sebagai Presiden Argentina, kedua pemimpin belum pernah menggelar pertemuan bilateral resmi. Situasi ini menegaskan renggangnya komunikasi politik antara dua ekonomi terbesar di Amerika Latin.

Ketegangan antara Lula dan Milei sebenarnya sudah berlangsung sejak kampanye pemilu Argentina pada 2023. Milei kala itu kerap melontarkan kritik keras terhadap Lula dan pemerintahan sayap kiri di Brasil.

Setelah resmi menjabat, hubungan kedua pemimpin tetap dingin dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Memburuknya relasi ini berpotensi menarik perhatian pelaku pasar karena Brasil dan Argentina merupakan anggota utama blok dagang Mercosur.

Kedua negara memiliki hubungan perdagangan yang erat di kawasan Amerika Selatan. Kondisi ini membuat pelaku pasar turut mencermati dampak lanjutan dari memburuknya hubungan diplomatik Brasil dan Argentina.