Periskop.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya siap melancarkan serangan militer sepihak ke Iran, tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS). Isyarat ini muncul di tengah proses diplomasi Iran-AS yang tengah berlangsung untuk mengakhiri perang yang sudah berjalan lima bulan.

Netanyahu menegaskan tekadnya mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia menyebut opsi aksi militer tetap terbuka, terlepas dari perkembangan negosiasi diplomatik yang sedang berjalan.

"Hari ini kita mendengar Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ahmad Vahidi, mendeklarasikan bahwa Iran berniat untuk terus mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu dalam pernyataannya, Rabu (5/8) waktu setempat, seperti dilansir Anadolu Agency dan Palestine Chronicle.

Netanyahu menyebut AS sebagai "sekutu terbesar Israel". Meski begitu, ia menegaskan akan melakukan apa pun yang diperlukan demi menjamin keamanan negaranya.

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan konfirmasi Qatar selaku mediator, bahwa negosiasi antara Iran dan AS telah mencapai tahap lanjut.

Kedua pihak dikabarkan saling bertukar draf proposal penyelesaian sebagai bagian dari proses negosiasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari menegaskan, upaya bersama semua pihak untuk mencapai solusi diplomatik masih terus berlangsung.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, upaya untuk menggulingkan Republik Islam Iran telah gagal.

Perang antara Israel dan Iran sendiri sudah berkecamuk selama lima bulan terakhir, dengan intensitas upaya diplomatik yang terus berjalan sepanjang periode tersebut.

"Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir," tegas Netanyahu.