Periskop.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram usai mendapati 10 pohon raib ditebang di depan sebuah lapangan padel yang baru rampung dibangun. Lokasi penebangan di Jalan LLRE Martadinata itu langsung disegel menggunakan garis kuning Satpol PP.

Farhan menegaskan, penebangan tersebut menyalahi kebijakan moratorium yang sudah ditetapkan Gubernur Jawa Barat. Ia menilai kasus ini berpotensi masuk ranah pidana karena dilakukan tanpa izin dan tergolong pelanggaran berat.

"Gubernur sudah menyampaikan moratorium. Maka saya akan mengangkat masalah ini langsung ke Pak Gubernur untuk kita lakukan pemidanaan karena berpotensi terhadap pelanggaran hukum yang lumayan berat," kata Farhan saat sidak di simpang Jalan Riau-Jalan Cihapit, Jumat (31/7).

Farhan menyebutkan, pihak pengelola lapangan padel bakal dipanggil untuk dimintai keterangan soal penebangan itu. Penyegelan lokasi, menurutnya, dilakukan agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut meski kejadiannya sudah berlangsung cukup lama.

Sebelum ditebang, sepuluh pohon itu berdiri tegak di atas trotoar depan lahan yang kini jadi lapangan padel. Keberadaannya menghadirkan suasana rindang sekaligus melindungi pejalan kaki dari teriknya Kota Bandung.

Jejak keberadaan pohon-pohon itu masih terekam dalam aplikasi Google Earth. Berdasarkan foto yang diambil pada Agustus 2024, terlihat sembilan pohon berdiri dengan batang dibalut kain berwarna kuning, hijau, dan biru, yakni corak khas bendera Kota Bandung.

Pada foto yang sama, lapangan padel di lokasi tersebut belum dibangun sama sekali. Area itu masih tertutup seng dengan plang pengumuman bertuliskan bahwa lahan tersebut merupakan milik PT Astana Batari Dahayu.

Rekaman Google Earth turut menangkap aktivitas warga di bawah rimbunnya pepohonan tersebut. Seorang tukang bakso terlihat berjualan di sana, sementara beberapa tunawisma memanfaatkan lokasi itu untuk berteduh dari sengatan panas.

Kini, suasana teduh di trotoar tersebut sudah lenyap seiring hilangnya sepuluh pohon yang dulu berdiri kokoh. Area yang sempat jadi tempat berlindung warga dari panas itu tak lagi menyisakan sehelai daun pun.

"Ini ada 10 pohon. Kita langsung segel sekarang juga, ini kejadiannya sudah lama lagi," ucap Farhan menambahkan.