Periskop.id – Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan frekuensi dan level latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia dengan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand. Pertukaran perwira melalui pendidikan dan pelatihan juga dinilai perlu diperluas untuk memperkuat kemampuan serta hubungan pertahanan kedua negara.
Usulan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). Kunjungan resmi Anutin berlangsung pada 3 hingga 4 Agustus dan menjadi lawatan pertamanya ke Indonesia sejak menjabat sebagai perdana menteri Thailand.
"Menurut pendapat saya, kita harus memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan kita. Menurut pendapat saya, kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan bersenjata kita. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira kita dalam pelatihan dan pendidikan," kata Presiden Prabowo.
Kerja Sama Pertahanan Sudah Berjalan Sejak 2015
Indonesia dan Thailand telah menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada 21 Mei 2015 yang mulai berlaku pada 23 November 2018. Kesepakatan tersebut mencakup dialog rutin, pertukaran informasi, serta penguatan hubungan antarangkatan bersenjata.
Latihan bersama, seminar militer, pendidikan, dan pertukaran kunjungan telah menjadi bagian dari pelaksanaan perjanjian tersebut. Kedua negara juga memiliki mekanisme Thailand-Indonesia High Level Committee atau THAINESIA HLC yang mempertemukan pimpinan angkatan bersenjata secara berkala.
Hubungan tersebut kembali diperkuat ketika Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Songwit Noonpackdee pada Juli 2026. Pertemuan itu membahas kelanjutan kerja sama strategis dan diplomasi militer antara kedua negara.
Dorongan Prabowo karena itu bukan memulai kerja sama dari awal, tetapi meningkatkan skala kegiatan yang sudah berjalan. Peningkatan dapat mencakup jumlah personel, kompleksitas latihan, keterlibatan lebih banyak matra, hingga perluasan program pendidikan bagi perwira.
Keamanan Siber dan Kejahatan Lintas Negara Jadi Perhatian
Selain pertahanan konvensional, kerja sama keamanan Indonesia dan Thailand juga menyasar terorisme, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, kejahatan siber, serta penipuan daring lintas negara.
Isu tersebut dibahas melalui Indonesia-Thailand Security Dialogue yang telah digelar pada September 2024 dan Juli 2025. Forum ini penting bagi Indonesia karena Thailand menjadi salah satu mitra dalam penanganan warga negara Indonesia yang terjebak jaringan penipuan daring di kawasan.
Pada peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis pada 2025, kedua negara juga menyepakati penguatan pertukaran informasi dan peluang pelaksanaan latihan militer gabungan. Kolaborasi industri pertahanan turut masuk dalam agenda yang akan dikembangkan.
Langkah tersebut dinilai relevan karena ancaman keamanan regional semakin beragam dan tidak hanya berbentuk konflik bersenjata. Serangan siber, kejahatan terorganisasi, penyelundupan manusia, dan bencana membutuhkan kemampuan koordinasi serta interoperabilitas antarlembaga.
Kerja Sama Didorong Perkuat Stabilitas ASEAN
Prabowo menegaskan hubungan Indonesia dan Thailand harus diarahkan pada kerja sama yang memberikan keuntungan bagi kedua negara sekaligus menopang stabilitas kawasan Asia Tenggara.
"Dengan mempererat kerja sama di area-area tersebut, kita dapat memperkuat kemitraan bilateral sekaligus berkontribusi dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan kita," tutur Prabowo.
Indonesia dan Thailand merupakan dua negara pendiri ASEAN yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak 7 Maret 1950. Hubungan keduanya dinaikkan menjadi kemitraan strategis pada 2025, bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik.
Selain pertahanan, pertemuan Prabowo dan Anutin membahas perdagangan, investasi, ketahanan pangan, energi, teknologi digital, konektivitas, serta hubungan antarmasyarakat. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$17,41 miliar pada 2024, sementara Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$147,1 juta pada 2025.
Kedua pemimpin mengawali agenda dengan pertemuan empat mata, kemudian memimpin pertemuan bilateral bersama delegasi. Prabowo dan Anutin juga menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama sebelum memberikan pernyataan pers bersama dan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.
Prabowo turut menyampaikan kedekatan pribadinya dengan Raja Maha Vajiralongkorn serta menitipkan ucapan selamat ulang tahun melalui Anutin. Namun, substansi utama kunjungan diarahkan untuk mengubah kedekatan historis menjadi kerja sama yang lebih konkret, termasuk melalui latihan militer dan pendidikan perwira yang lebih rutin.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar