Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234 pada perdagangan Senin (3/8). Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual bersih asing yang mencapai Rp707,6 miliar.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 292 saham menguat, sementara 348 saham lainnya terkoreksi. Sisanya, 150 saham, stagnan tanpa perubahan harga.

Nilai transaksi saham sepanjang hari ini tercatat Rp14,37 triliun dengan volume 38,77 miliar saham. Transaksi tersebut terjadi sebanyak 2,32 juta kali, dengan kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp10.918 triliun.

Dari sebelas sektor yang tercatat di BEI, delapan di antaranya parkir di zona merah. Sektor teknologi mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 1,52%.

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi salah satu yang tergelincir di sektor tersebut, turun 1,66% ke level Rp188.175.

Berdasarkan data Sinarmas Sekuritas, aksi jual asing hingga sore ini tercatat cukup masif. Rinciannya, net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp3,96 triliun, sedangkan net foreign sell mencapai Rp4,67 triliun.

Selisih dari kedua angka tersebut membuat asing membukukan net sell Rp707,6 miliar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing, dengan nilai transaksi jual mencapai Rp193 miliar.

Posisi kedua ditempati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp92 miliar. Sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul di urutan ketiga dengan nilai jual asing Rp88 miliar.

Tekanan jual asing ini sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mayoritas berada di zona merah. Indeks Nikkei Jepang turun 0,94%, Shanghai Composite terkoreksi 0,59%, dan Straits Times Singapura melemah 0,29%.

Hanya indeks Hang Seng Hong Kong yang bergerak berlawanan arah, naik 0,48% pada perdagangan hari ini.

Di tengah pelemahan IHSG secara keseluruhan, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) melesat 34,51% ke Rp152, disusul PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang naik 24,60% ke Rp785.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga mencatat kenaikan tajam 21,86% ke Rp1.895. Sebaliknya, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi saham dengan penurunan terdalam, anjlok 11,36% ke Rp780, diikuti PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turun 11,03% ke Rp2.340 dan TPIA sendiri yang melemah 3,70% ke Rp2.080.