Periskop.id - Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta terbakar pada Jumat (7/8) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran menduga titik api berasal dari lantai 11 gedung tersebut, meski kepastiannya masih didalami lebih lanjut.
Petugas pemadam kebakaran Karnawan menyebutkan, informasi awal yang diterima timnya mengarah ke lantai 11 sebagai lokasi awal munculnya api. Ia menegaskan, kepastian titik api tersebut belum bisa dipastikan sepenuhnya.
"Informasi awal memang yang kami terima itu titik api dari lantai 11," kata Karnawan saat ditemui di lokasi kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Sabtu (8/8) pagi.
Proses pemadaman api di gedung tersebut berlangsung sekitar lima jam sejak insiden pertama kali terjadi. Selama proses itu, petugas berupaya menjinakkan api yang membesar di dalam gedung.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini belum bisa diungkap karena masih dalam penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Karnawan menjelaskan, pihak kepolisian baru bisa turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh setelah proses pemadaman dinyatakan tuntas.
"Untuk lebih pastinya mungkin nanti menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor," ucapnya.
Karnawan menuturkan, pemasangan garis polisi atau police line di lokasi kejadian juga menunggu kepastian dari tim pemadam kebakaran. Menurutnya, kepolisian tidak bisa masuk ke area gedung sebelum proses pemadaman benar-benar dinyatakan selesai.
"Untuk sementara belum, karena kita belum menyatakan pemadaman selesai. Jadi, menunggu dari kami menyatakan pemadaman selesai, baru pihak kepolisian bisa melakukan police line," tambah dia.
Pada Sabtu pagi, penanganan kebakaran memasuki tahap pendinginan dan overhaul. Petugas pemadam kebakaran juga masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada sisa titik panas yang berpotensi memicu kembali kobaran api.
"Jadi situasi pagi hari ini proses pendinginan. Jadi kita lakukan overhaul, penyisiran titik-titik hawa panas yang masih ada. Jangan sampai terlewat, nanti timbul penyalaan kembali, ya," ujar Karnawan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar