Periskop.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menarik minat investor asing jelang rilis laporan keuangan kuartal II dan semester I 2026. Publikasi kinerja keuangan perseroan dijadwalkan berlangsung Rabu, 29 Juli 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy saham GOTO senilai Rp13,2 miliar sepanjang periode 20 hingga 24 Juli 2026. Akumulasi ini terjadi kendati harga saham GOTO masih tertahan di level Rp50 per saham akibat sentimen kebijakan komisi ojek online (ojol) sebesar 8%. Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menegaskan perseroan siap menghadapi dinamika global yang berkembang saat ini.
"Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia," kata Hans Patuwo sebelumnya.
Harga saham GOTO tercatat bertahan di kisaran Rp50 selama hampir dua bulan terakhir. Meski begitu, level harga tersebut tak menyurutkan minat sejumlah investor institusi global untuk terus mengakumulasi saham perseroan menjelang publikasi kinerja keuangan.
Mengutip data Bloomberg, Schroders PLC tercatat menjadi salah satu investor institusi asing yang menambah kepemilikan saham GOTO sepanjang pekan lalu. Manulife Financial Group dan Mouvement des caisses Desjardins turut masuk dalam daftar pembeli saham perseroan tersebut.
Selain ketiga nama itu, sederet institusi global lain juga terpantau melakukan akumulasi serupa. BlackRock, Blackstone, Northern Trust Corp, hingga Aberdeen Group PLC tercatat menambah porsi kepemilikan saham GOTO dalam periode yang sama.
Masuknya sejumlah nama besar tersebut menunjukkan saham GOTO masih berada dalam radar pelaku pasar internasional, kendati pergerakan harganya belum menunjukkan perubahan signifikan.
Optimisme terhadap prospek GOTO turut tercermin dari pandangan para analis. Konsensus Bloomberg mencatat, dari 31 analis yang memantau saham GOTO, sebanyak 24 analis memberikan rekomendasi beli dan tujuh analis merekomendasikan tahan. Rata-rata target harga dari konsensus tersebut berada di level Rp80 per saham, mengindikasikan masih ada ruang kenaikan dari posisi harga saat ini.
Rekomendasi positif teranyar datang dari analis Macquarie, Ariyanto Jahja, yang kembali memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan target harga Rp72 per saham. Penilaian ini menambah daftar lembaga riset yang masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek perseroan.
Sentimen pasar dalam waktu dekat diperkirakan turut dipengaruhi paparan manajemen GoTo yang akan disampaikan bersamaan dengan rilis laporan keuangan.
Sebagai catatan kinerja, pada kuartal I 2026 GoTo mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 26% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun. Perseroan bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarahnya berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp171 miliar pada periode tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar