Periskop.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah koleksi saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian terbaru dilakukan pada 21 Juli 2026 dengan tujuan investasi.
Lo Kheng Hong diketahui memborong 5.180.000 lembar saham GJTL pada tanggal tersebut. Transaksi itu dilakukan di harga Rp1.140 per saham, dengan nilai total sekitar Rp5,91 miliar.
Aksi pembelian tersebut membuat kepemilikan langsung Lo Kheng Hong di GJTL bertambah dari 239.920.900 lembar menjadi 245.100.900 lembar saham. Persentase kepemilikannya pun naik dari 6,88% menjadi 7,03%, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI.
Penambahan saham ini bukan yang pertama dilakukan Lo Kheng Hong tahun ini. Sejak awal 2026, investor yang dijuluki "Warren Buffett Indonesia" itu tercatat beberapa kali mengakumulasi saham GJTL secara bertahap.
Pada Februari 2026, Lo Kheng Hong sempat membeli sekitar 1,40 juta saham GJTL. Pembelian itu mengerek kepemilikannya kala itu menjadi sekitar 6,02%.
Periode Maret hingga Juli 2026 diwarnai sejumlah pembelian bertahap lainnya. Hingga transaksi 21 Juli 2026, total kepemilikannya sempat tercatat mencapai 242,74 juta saham atau sekitar 6,96%, sebelum akhirnya terkerek lagi ke angka 7,03%.
Strategi akumulasi bertahap ini menunjukkan Lo Kheng Hong memanfaatkan pergerakan harga saham GJTL untuk memperbesar investasi jangka panjangnya. Aksi pembelian oleh investor besar seperti dirinya kerap jadi perhatian pelaku pasar karena dinilai mencerminkan keyakinan terhadap prospek fundamental suatu perusahaan.
Kendati begitu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan berbagai aspek. Kinerja keuangan, valuasi, kondisi industri, hingga profil risiko masing-masing investor menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
PT Gajah Tunggal Tbk sendiri merupakan salah satu produsen ban terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini memproduksi ban untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, sepeda motor, kendaraan niaga, SUV, truk, hingga alat berat dan kendaraan off-road.
Selain ban, GJTL juga memproduksi produk berbasis karet lain seperti ban dalam, flap, benang ban (tire cord), sampai karet sintetis. Dari sisi pergerakan harga, saham GJTL sepekan terakhir bertengger di Rp1.205 per saham atau naik 5,70% dalam sepekan, per 28 Juli 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar