Periskop.id – PT Hyundai Motors Indonesia resmi memperkenalkan IONIQ 9 sebagai SUV listrik premium tiga baris di Indonesia. Mobil listrik berpenggerak semua roda tersebut menawarkan jarak tempuh hingga 734 kilometer dan dibuka untuk pemesanan awal dengan harga khusus Rp1,49 miliar selama GIIAS 2026.

Kehadiran IONIQ 9 menambah pilihan kendaraan listrik Hyundai di segmen premium sekaligus menyasar konsumen yang membutuhkan kabin luas untuk perjalanan keluarga. Mobil ini melengkapi keluarga IONIQ yang sebelumnya diisi IONIQ 5, IONIQ 6, dan IONIQ 5 N di pasar Indonesia.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee mengatakan keberagaman teknologi tetap menjadi strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia.

"Bagi Hyundai, GIIAS merupakan platform penting untuk menampilkan inovasi sekaligus menegaskan kembali komitmen jangka panjang kami terhadap masa depan mobilitas Indonesia. Kami percaya bahwa setiap pelanggan memiliki preferensi mobilitas yang berbeda. Oleh karena itu, Hyundai terus menghadirkan salah satu jajaran kendaraan paling komprehensif di pasar, dengan portofolio ICE, hybrid, dan electric vehicle yang seimbang, sehingga pelanggan dapat memilih teknologi yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan mereka," ujar Kenny Lee.

Baterai 110,3 kWh dan Tenaga 427,7 PS

IONIQ 9 versi yang diperkenalkan di Indonesia menggunakan baterai berkapasitas 110,3 kWh dan sistem penggerak all-wheel drive atau AWD. Dua motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 427,7 PS dan torsi 700 Nm.

Dengan konfigurasi tersebut, Hyundai mengklaim IONIQ 9 mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam dalam 5,2 detik. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 734 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.

Angka tersebut merupakan hasil pengujian laboratorium, sehingga jarak tempuh dalam penggunaan sehari-hari dapat dipengaruhi kecepatan, kondisi jalan, suhu, beban kendaraan, gaya berkendara, dan penggunaan pendingin udara.

Sebagai perbandingan, Hyundai secara global mencantumkan jarak tempuh hingga 620 kilometer berdasarkan standar WLTP untuk konfigurasi tertentu. Angka 620 kilometer dan 734 kilometer tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan metode pengujian serta kemungkinan varian kendaraan yang berbeda.

Pengisian 10–80 Persen dalam 24 Menit

Untuk mengurangi waktu tunggu pengisian baterai, IONIQ 9 memakai arsitektur kelistrikan 800 volt. Hyundai menyebut baterai dapat diisi dari 10%hingga 80% dalam waktu sekitar 24 menit menggunakan pengisi daya cepat DC berdaya 350 kW dalam kondisi optimal.

Daya pengisi tersebut adalah 350 kW, bukan 350 kWh. Satuan kW menunjukkan kecepatan atau daya pengisian, sedangkan kWh digunakan untuk menyatakan kapasitas energi baterai. IONIQ 9 juga mendukung pengisian 400 volt dan teknologi vehicle-to-load atau V2L yang memungkinkan baterai mobil memasok listrik ke perangkat elektronik.

Ketersediaan stasiun pengisian dengan kemampuan mendekati 350 kW akan menentukan apakah waktu pengisian 24 menit dapat dicapai. Ketika menggunakan pengisi daya berdaya lebih rendah, proses pengisian akan berlangsung lebih lama.

Kabin Tiga Baris dengan Digital Side Mirror

IONIQ 9 dirancang sebagai SUV listrik tujuh penumpang dengan tiga baris kursi. Hyundai menawarkan kursi elektrik pada baris kedua, kursi putar, soket USB-C berdaya hingga 100 watt di seluruh baris, serta kabin yang dirancang menyerupai ruang santai.

Salah satu teknologi yang ditonjolkan adalah Digital Side Mirror. Fitur ini mengganti kaca spion luar konvensional dengan kamera yang menampilkan kondisi sekitar kendaraan melalui layar di dalam kabin. Hyundai menyebut teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan visibilitas pengemudi.

 

Hyundai
Hyundai IONIQ 9 Digital Side Mirror. dok. Hyundai

 

 

Mobil ini juga dilengkapi paket keselamatan Hyundai SmartSense dan konektivitas Bluelink. Melalui Bluelink, pemilik dapat memeriksa sejumlah informasi kendaraan dan terhubung dengan pusat layanan Hyundai ketika menghadapi kondisi darurat.

Hyundai membuka pemesanan awal IONIQ 9 dengan harga khusus Rp1,49 miliar selama GIIAS 2026. Pada laman kampanye resminya, perusahaan juga mencantumkan garansi baterai delapan tahun atau 160 ribu kilometer serta sejumlah layanan kepemilikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pasar Mobil Listrik Indonesia Terus Membesar

Peluncuran IONIQ 9 berlangsung ketika pasar kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia semakin kompetitif. Data GAIKINDO menunjukkan pangsa BEV meningkat dari hanya 0,1% pada 2021 menjadi 12,9% dari pasar mobil nasional pada 2025.

Hingga Maret 2026, pangsa BEV kembali meningkat menjadi 15,6%. Penjualannya mencapai 33.146 unit atau tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 16.926 unit. GAIKINDO memperkirakan porsi BEV dapat mencapai sekitar 19–20% pada akhir 2026.

Pertumbuhan tersebut mendorong produsen menawarkan kendaraan listrik dalam semakin banyak kelas harga dan bentuk kendaraan. IONIQ 9 ditempatkan di segmen SUV listrik premium, bukan pasar kendaraan listrik massal yang saat ini banyak dihuni model dengan harga di bawah Rp500 juta.

Selain IONIQ 9, Hyundai membawa sejumlah produk elektrifikasi lain ke GIIAS 2026, antara lain STARIA Electric, PALISADE Hybrid, dan IONIQ 3 sebagai model pajangan khusus. Perusahaan juga memperkenalkan prototipe NEIRA Electric yang dikembangkan untuk kebutuhan konsumen Indonesia.

"Dari peningkatan model Hyundai Palisade, penambahan varian Hyundai Staria listrik, dan lanjutan evolusi di keluarga Ioniq lewat Ioniq 3 dan Ioniq 9, inovasi ini merefleksikan komitmen Hyundai memberikan pilihan terbaik untuk konsumen Indonesia," ujar Kenny Lee.

Kehadiran IONIQ 9 memperluas persaingan mobil listrik premium berukuran besar di Indonesia. Selain daya jelajah dan performa, penerimaan pasar akan ditentukan oleh harga, ketersediaan infrastruktur pengisian cepat, layanan purnajual, serta nilai jual kembali kendaraan listrik dalam jangka panjang.