Periskop.id – Fitur Tire Pressure Monitoring System atau TPMS pada Suzuki XL7 terbaru tidak hanya berfungsi memperingatkan pengemudi ketika tekanan angin ban bermasalah. Teknologi tersebut juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar, kestabilan kendaraan, dan usia pakai ban.

TPMS memungkinkan pengemudi memantau tekanan angin setiap roda secara real time melalui Multi Information Display. Informasi tersebut membuat kondisi ban dapat diketahui sebelum tekanan turun terlalu jauh dan mulai memengaruhi pengendalian kendaraan.

Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, tekanan ban yang tepat berpengaruh terhadap penggunaan kendaraan secara keseluruhan, termasuk konsumsi bahan bakar.

“Sebetulnya itu tidak hanya melihat kondisi ban saja, tapi bagaimana para pengendara atau pemilik kendaraan ini bisa menggunakan maksimal. Karena tekanan ban akan berdampak terhadap efisiensi bahan bakar yang akan mereka dapatkan, kalau tekanannya sudah baik dan sempurna,” kata Donny di ICE BSD, Tangerang, Rabu (5/8). 

Fitur TPMS menjadi salah satu pembaruan yang diberikan Suzuki pada XL7 New Alpha Hybrid. Varian tertinggi tersebut juga dilengkapi kamera 360 derajat dan Digital Video Recorder atau DVR untuk membantu pengemudi ketika bermanuver dan merekam perjalanan.

Tekanan ban memengaruhi konsumsi bahan bakar

Ban yang kekurangan tekanan akan mengalami perubahan bentuk lebih besar ketika bersentuhan dengan permukaan jalan. Kondisi itu meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin memerlukan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan.

Sebaliknya, tekanan sesuai rekomendasi pabrikan membantu ban berputar secara lebih optimal. Beban kerja mesin dapat ditekan dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.

Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat atau NHTSA menyebut ban dengan tekanan terlalu rendah dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekaligus meningkatkan emisi kendaraan. Menjaga tekanan ban juga dapat memperpanjang usia pemakaian ban hingga sekitar 4.700 mil.

Meski demikian, tekanan ban tidak boleh dinaikkan melebihi rekomendasi hanya untuk mengejar efisiensi. Acuan yang digunakan tetap tekanan ban yang ditentukan produsen dan biasanya tercantum pada stiker di area pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Membantu Mencegah Keausan Tidak Merata

Tekanan ban yang tidak sesuai turut memengaruhi pola keausan. Ban yang kekurangan angin cenderung menerima beban lebih besar pada bagian tepi, sedangkan tekanan berlebihan dapat mempercepat keausan pada bagian tengah telapak.

“Selain untuk mendapatkan fuell efisiensi, tekanan ban juga akan berdampak terhadap seberapa cepat keausan ban,” ujar dia.

Dengan TPMS, pengemudi dapat mengetahui roda mana yang mengalami penurunan tekanan. Informasi ini membantu pengguna mengambil tindakan lebih awal sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusakan ban atau mengganggu perjalanan.

Tekanan ban yang ideal juga berpengaruh terhadap respons kemudi, kemampuan pengereman, dan stabilitas ketika kendaraan menikung. NHTSA mencatat ban yang aus atau tidak memiliki tekanan sesuai ketentuan dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali kendaraan.

Namun, TPMS bukan pengganti pemeriksaan rutin. NHTSA tetap menyarankan tekanan ban diperiksa setiap bulan menggunakan alat ukur yang akurat karena ban yang mulai kekurangan angin sering kali sulit dikenali hanya dengan pengamatan visual.

Didorong Perubahan Profil Pengguna XL7

Suzuki mengungkapkan hampir separuh pengguna XL7 saat ini merupakan perempuan. Perubahan profil konsumen tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menambahkan fitur yang praktis dan mudah dipahami.

“Kebetulan juga kami dapatkan feedback dari female driver untuk saat ini. Kami juga melihat trend saat ini sekitar hampir 50% para pengguna XL7 ini ternyata adalah perempuan,” jelas dia.

TPMS dinilai membantu pengguna yang tidak terbiasa memeriksa tekanan ban secara manual. Pengemudi dapat memantau kondisi setiap roda dari dalam kabin dan segera mencari tempat pengisian angin atau bengkel ketika terdeteksi penurunan tekanan.

ANTARA sebelumnya melaporkan Suzuki juga mengandalkan kamera 360 derajat untuk memudahkan pengguna bermanuver di area parkir atau jalan sempit. Selain TPMS, XL7 mempertahankan Electronic Stability Programme, Hill Hold Control untuk transmisi otomatis, sensor parkir belakang, dan dua kantung udara.

Pembaruan tidak berhenti pada TPMS

Suzuki XL7 terbaru mendapatkan desain gril depan, lampu kabut LED, pelek 16 inci dengan desain baru, lampu belakang beraksen hitam, dan antena shark fin. Khusus New Alpha Hybrid, aksen hitam digunakan lebih dominan untuk memperkuat tampilan kendaraan.

Seluruh varian kini dibekali layar hiburan 9 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Suzuki juga menggunakan perangkat lunak pemrosesan suara Arkamys untuk meningkatkan kualitas audio di dalam kabin.

Fitur lain yang tersedia meliputi cruise control, keyless push start, pengaturan pendingin udara otomatis, ventilated cup holder, serta kamera 360 derajat pada varian tertinggi.

Untuk penggerak, XL7 tetap menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.500 cc. Varian New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid dilengkapi teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki yang membantu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.

TPMS Hanya Tersedia pada Varian Tertinggi

Suzuki menawarkan XL7 terbaru dalam tiga pilihan, yakni New Alpha Hybrid, New Beta Hybrid, dan New Zeta. Fitur TPMS, kamera 360 derajat, serta DVR secara khusus disematkan pada New Alpha Hybrid.

Harga New Alpha Hybrid transmisi otomatis ditetapkan Rp327,7 juta untuk warna tunggal dan Rp329,7 juta untuk pilihan two-tone berdasarkan harga on the road DKI Jakarta. Sementara New Beta Hybrid dipasarkan mulai Rp301,9 juta dan New Zeta mulai Rp274,3 juta.

Suzuki turut memberikan paket servis gratis yang meliputi jasa dan komponen tertentu hingga 30 bulan atau jarak tempuh 50.000 kilometer. Baterai lithium-ion pada varian hybrid memperoleh garansi delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Kehadiran TPMS menunjukkan pembaruan kendaraan keluarga tidak lagi hanya berfokus pada desain dan perangkat hiburan. Informasi sederhana mengenai tekanan ban dapat membantu pengguna menjaga keselamatan, efisiensi bahan bakar, serta menekan risiko penggantian ban lebih cepat.