Periskop.id - Tingkat kepuasan dan persepsi positif masyarakat Indonesia terhadap kondisi politik nasional mengalami penurunan tajam. Hasil riset terbaru mencatat hanya 13,5% publik Tanah Air yang menilai kondisi politik saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.
Penilaian tersebut terungkap dalam studi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diselenggarakan pada periode 5 hingga 19 Juli 2026. Temuan lapangan ini dipaparkan dalam laporan bertajuk ”Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”.
Berdasarkan data yang dirilis SMRC, dari total 13,5% warga yang memberikan pandangan positif, hanya 1,7% responden yang menilai situasi politik nasional sangat baik. Sementara itu, 11,8% responden lainnya menganggap kondisi politik tergolong baik.
Di sisi lain, porsi penilaian responden yang cenderung kritis dan negatif justru mendominasi hasil survei. Rincian persentase persepsi publik tersebut antara lain:
- Responden yang menganggap kondisi politik dalam keadaan sedang mencapai 33,6%.
- Responden yang menilai kondisi politik buruk berada di angka 31,7%.
- Responden yang menilai kondisi politik sangat buruk menyentuh 11,1%.
- Terdapat 10,2% responden yang menyatakan tidak tahu atau memilih tidak menjawab.
Jika dikalkulasikan, akumulasi persepsi negatif masyarakat yang mencakup kategori buruk dan sangat buruk mencapai angka 42,8%. Angka ini secara signifikan melampaui persentase warga yang memberi penilaian positif maupun sedang.
Tren Kemerosotan Persepsi Positif Selama Sembilan Bulan
Laporan SMRC menunjukkan bahwa penurunan persepsi positif warga terhadap situasi politik terjadi secara konsisten dan drastis dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.
Pada pelaksanaan survei SMRC periode November 2025, angka persepsi positif publik terhadap situasi politik masih tercatat sebesar 35,8%. Tingkat kepuasan tersebut mulai merosot menjadi 27,1% pada survei periode Februari hingga Maret 2026, lalu merosot semakin dalam hingga tersisa 13,5% pada survei periode Juli 2026.
Berbanding terbalik dengan penurunan tren positif, persepsi negatif publik justru mengalami lonjakan tajam pada rentang waktu yang sama. Sentimen negatif masyarakat merangkak naik dari 23% pada November 2025, meningkat menjadi 28,1% pada awal 2026, hingga melonjak drastis hingga mencapai 42,8% pada pertengahan 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar