Periskop.id – Timnas Indonesia membawa rekor dominan menjelang pertandingan melawan Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026. Dari 18 pertemuan sebelumnya, Garuda belum pernah kalah dengan catatan 17 kemenangan, satu hasil imbang, serta keunggulan produktivitas 80 berbanding 10 gol.
Pertemuan ke-19 kedua tim akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7) pukul 20.30 WIB. Indonesia baru memulai perjalanannya di turnamen, sedangkan Kamboja berusaha bangkit setelah kalah 1-2 dari Singapura pada laga pertama Grup A.
Berdasarkan catatan 11v11, dominasi Indonesia atas Kamboja berlangsung sejak pertemuan pertama pada SEA Games 1995. Dalam pertandingan tersebut, Garuda membukukan kemenangan 10-0 yang hingga kini menjadi skor terbesar dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Satu-satunya pertandingan yang gagal dimenangi Indonesia terjadi pada 27 April 1997. Kamboja menahan Garuda 1-1 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 1998. Setelah laga itu, Indonesia selalu menang dalam 14 pertemuan berikutnya.
Pertemuan terakhir berlangsung pada fase grup Piala AFF 2022. Indonesia menang 2-1 melalui gol Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, sedangkan Kamboja membalas lewat Saret Krya.
Selalu Menang di Piala AFF
Catatan Indonesia juga sangat kuat apabila hanya menghitung pertemuan dalam Piala AFF. Kedua tim telah bertemu enam kali sejak 1996 dan seluruh pertandingan berakhir dengan kemenangan Garuda.
Indonesia menang 3-0 pada 1996, 4-2 pada 2002, 8-0 pada 2004, 4-0 pada 2008, 4-2 pada 2021, dan 2-1 pada 2022. Dari enam laga tersebut, Indonesia menghasilkan agregat 25-5.
Secara keseluruhan, rata-rata gol Indonesia ke gawang Kamboja mencapai sekitar 4,4 gol per pertandingan. Kendati demikian, catatan historis itu tidak bisa menjadi jaminan Garuda akan mudah mengamankan tiga poin.
Kamboja memperlihatkan perlawanan kuat saat menghadapi Singapura di Stadion Nasional Morodok Techo pada Jumat (24/7). Setelah tertinggal melalui gol Shawal Anuar, Kamboja menyamakan kedudukan lewat Ouk Sovann dan mendominasi sebagian besar babak kedua. Mereka baru kalah setelah Ilhan Fandi mencetak gol melalui tendangan voli pada menit ke-11 masa tambahan waktu.
Herdman Larang Pemain Meremehkan Kamboja
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan rekor pertemuan tidak boleh membuat anak asuhnya kehilangan kewaspadaan. Ia menilai Kamboja memiliki organisasi permainan dan disiplin yang dapat menyulitkan Garuda.
"Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit. Namun, fokus kami tetap pada timnas Indonesia, identitas permainan kami, koneksi, chemistry, dan semangat tim," kata Herdman.
Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata juga menilai kekalahan Kamboja dari Singapura tidak menggambarkan sepenuhnya kualitas calon lawan Garuda.
“Kami melihat pertandingan Kamboja melawan Singapura, tetapi itu tidak membuat kami menganggap mereka sebagai tim yang mudah dikalahkan,” ujar Nadeo.
Menurut Herdman, Indonesia harus menjalankan identitas permainan yang telah dibangun selama pemusatan latihan. Hubungan antarpemain, organisasi taktik, dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang dinilai lebih penting daripada sekadar mengandalkan catatan masa lalu.
“Fokus kami adalah identitas taktik, koneksi antarpemain, kekompakan, dan semangat tim. Apabila mampu menampilkan permainan terbaik, saya yakin kami akan baik-baik saja,” ujarnya.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, juara bertahan Vietnam, dan Timor-Leste. Setiap tim memainkan empat pertandingan, sementara dua tim dengan posisi tertinggi berhak melaju ke semifinal.
Kemenangan atas Kamboja akan menjadi modal penting bagi Indonesia sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat di Grup A. Namun, performa Kamboja saat melawan Singapura menunjukkan bahwa Garuda perlu bekerja keras untuk memperpanjang rekor tak terkalahkannya.
Tinggalkan Komentar
Komentar