Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat posisi Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kandang utama Persija Jakarta. Tidak hanya menyediakan stadion, Pemprov akan membenahi akses transportasi, skema parkir, hingga pengaturan jadwal agar pertandingan Macan Kemayoran tidak kembali terganggu agenda lain seperti konser.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, persiapan dilakukan agar Persija dapat menggunakan stadion berkapasitas hingga 82 ribu penonton tersebut secara lebih konsisten pada musim kompetisi 2026/2027. JIS sendiri sebenarnya telah ditetapkan sebagai home base resmi Persija sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Persija dan PT Jakarta Propertindo pada Februari 2025.

"Pemerintah DKI secara sungguh-sungguh juga mempersiapkan Stadion Jakarta International Stadium atau JIS menjadi kandang utama atau kandangnya Persija," kata Pramono saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).

Tak Mau Lagi Bentrok dengan Konser

Meski berstatus rumah Persija, penggunaan JIS sepanjang musim sebelumnya belum sepenuhnya konsisten. Persija sempat harus memainkan pertandingan kandang di tempat lain ketika stadion digunakan untuk agenda yang telah terjadwal lebih dahulu. Bahkan laga kandang melawan Persib Bandung pada Mei 2026 dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda.

Persija sebelumnya juga mengakui benturan jadwal dengan konser menjadi salah satu persoalan dalam pemanfaatan JIS. Direktur Persija Mohamad Prapanca pada akhir 2025 berharap pertandingan sepak bola bisa lebih diprioritaskan untuk agenda mendatang.

Karena itu, Pramono menyebut Pemprov akan duduk bersama Jakpro, Persija, dan pihak terkait untuk menyusun pemanfaatan stadion secara lebih terencana, terutama untuk pertandingan penting.

Komitmen tersebut penting karena JIS memang sejak awal dibangun salah satunya untuk menjadi markas klub sepak bola Jakarta. Stadion yang berlokasi di Papanggo, Jakarta Utara, memiliki kapasitas maksimal sekitar 82.000 penonton dan menggunakan konsep stadion modern dengan prioritas akses melalui transportasi publik.

Stasiun JIS Bakal Ditambah Satu Peron

Persoalan akses yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama penonton juga mulai dibenahi. "Dan untuk itu, seperti Saudara-saudara ketahui sekarang ini konektivitas untuk ke JIS sudah jauh lebih baik," ujar Pramono.

Stasiun KRL Jakarta International Stadium resmi beroperasi pada Juni 2026 dan saat ini masih menggunakan satu peron aktif. Pemprov berencana menambah satu peron agar pergerakan penumpang dapat lebih lancar, terutama ketika stadion menggelar pertandingan dengan puluhan ribu penonton.

Kehadiran stasiun tersebut melengkapi layanan Transjakarta yang telah menjangkau kawasan JIS. Pemprov memang mendorong penonton menggunakan angkutan publik mengingat kapasitas parkir di sekitar stadion tidak dirancang untuk menampung seluruh kendaraan pengunjung.

 

Rizky Ridho Kalah Puskas Awards, Tapi Indonesia Justru Menang Besar?
Ilustrasi - Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Malut United FC Yance Sayuri (kiri) pada pertandingan Liga 1 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (23/5/2025). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

 

 

Parkir di Ancol, Lanjut ke JIS

Untuk penonton yang tetap membawa kendaraan pribadi, Pemprov menyiapkan kawasan Ancol sebagai kantong parkir tambahan. "Parkirnya lebih baik ada di Ancol dan hanya dikenakan tarif parkir untuk nonton pertandingan itu," ucap Pramono.

Pramono menjelaskan kawasan JIS dan Ancol kini sudah memiliki konektivitas yang memungkinkan masyarakat memarkir kendaraan di Ancol kemudian melanjutkan perjalanan menuju stadion. Pemprov juga meminta pengelola agar masyarakat yang datang khusus untuk pertandingan cukup dikenakan biaya parkir tanpa harus membayar tiket masuk kawasan Ancol.

"Saya sudah minta, baik kepada JIS maupun kepada Ancol untuk itu yang diperlakukan. Sehingga orang betul-betul akan memanfaatkan parkir di Ancol semaksimal mungkin," kata Pramono.

Skema tersebut diharapkan mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar Papanggo ketika JIS menggelar pertandingan besar.

Persija Sudah Rasakan JIS sebagai Rumah

Sepanjang Super League 2025/2026, Persija telah memainkan sejumlah pertandingan di JIS, termasuk menghadapi PSM Makassar, Borneo FC, Dewa United hingga laga penutup musim kontra Semen Padang.

Namun, konsistensi penggunaan stadion masih menjadi pekerjaan rumah. Hal inilah yang ingin diperbaiki Pemprov agar status Home of Persija tidak hanya berhenti pada kesepakatan formal.

JIS sendiri memiliki nilai simbolis kuat bagi klub ibu kota. Ketika nota kesepahaman ditandatangani pada Februari 2025, Persija dan Jakpro menyatakan pemanfaatan stadion sebagai kandang resmi diharapkan tidak hanya menyangkut pertandingan, tetapi juga pengembangan aktivitas olahraga dan ekosistem klub.

Langkah menjadikan JIS sebagai kandang utama secara konsisten juga datang ketika Persija memasuki era baru bersama Shin Tae-yong untuk musim 2026/2027. Pemprov berharap dukungan stadion, transportasi, serta ekosistem klub dapat berjalan beriringan dengan target prestasi Persija menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027.

Bagi Pemprov, pekerjaan berikutnya bukan sekadar memastikan Persija bermain di JIS, tetapi membuat puluhan ribu penonton dapat datang dan pulang dengan aman, agenda stadion tidak saling berbenturan, serta pertandingan sepak bola benar-benar menjadi fungsi utama stadion ketika kalender kompetisi berjalan.