Periskop.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik di perairan Gabon. Kemlu diharap segera berkoordinasi dengan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, serta mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat di Gabon serta pihak terkait lainnya.
Dia pun menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan empat WNI itu yang dilaporkan sebagai bagian dari aksi bajak laut bersenjata terhadap kapal penangkap ikan di wilayah laut tersebut. "Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional," kata Amelia di Jakarta, Rabu (14/1).
Dia menegaskan, upaya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk langkah-langkah preventif membangun mekanisme early warning dan task force tanggap krisis, dengan dukungan antarinstansi merupakan hal yang penting.
"Tidak hanya untuk menanggapi insiden yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan," cetusnya.
Sebagai legislator yang membidangi urusan hubungan luar negeri, dia mengaku akan terus memantau perkembangan kasus ini. Ia juga memastikan Komisi I DPR RI bekerja secara aktif bersama pemerintah untuk memastikan hak dan keselamatan WNI terjaga.
Selain itu, dia juga mendorong pemerintah memperkuat diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman bajak laut. "Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita," lanjutnya.
Sebelumnya, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan WN China dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut dari sebuah kapal ikan di perairan Gabon, Afrika tengah, menurut laporan media setempat, Senin (12/1).
"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.
Saat membacakan pernyataan Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong berkata bahwa dalam serangan tersebut, para pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata, menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari 5 warga negara China dan 4 WNI.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Gabon demi memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK), warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut dari kapal ikan mereka di perairan Gabon.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menuturkan, pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya korban WNI dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon, Minggu (11/1) waktu setempat.
“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Heni, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1).
KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru, terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan. Khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.
Pelaku pembajakan diketahui menculik 9 dari 12 awak kapal IB FISH 7, sementara 3 lainnya – 2 di antaranya adalah WNI – lolos dari penculikan. Keduanya bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat, yang mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon.
Heni memastikan WNI yang selamat tersebut dalam kondisi aman, sementara personel Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pemburuan terhadap para pelaku penculikan ABK tersebut. KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan, penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, ucap dia.
“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” imbuhnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar