periskop.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan segera menjadwalkan pertemuan khusus dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna memaparkan alasan strategis dan urgensi di balik keputusan Indonesia bergabung dalam aliansi Board of Peace (BoP).
“Kami nanti akan berdialog dengan MUI dan kami yakin nanti kita akan berikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini,” kata Prasetyo saat ditemui di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2).
Prasetyo merespons seruan yang sebelumnya dilontarkan oleh MUI. Lembaga ulama tersebut mendesak pemerintah untuk menarik diri dari keanggotaan dewan perdamaian yang diinisiasi oleh Amerika Serikat, menyusul agresi Israel yang masih berlanjut.
Pemerintah menilai langkah diplomasi ini perlu dipahami secara utuh oleh para ulama dan publik. Keberadaan Indonesia di dalam forum tersebut justru dianggap vital sebagai corong aspirasi langsung untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina.
Logika yang dibangun pemerintah adalah efektivitas diplomasi. Jika Indonesia memilih untuk berdiri di luar sistem atau walk out, akses untuk memberikan masukan taktis atau tekanan politik kepada para inisiator perdamaian justru akan tertutup.
“Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan, memberikan pendapat, dalam rangka kita memastikan perjuangan kita supaya bangsa Palestina bisa diakui kemerdekaannya?” ujar Prasetyo retoris.
Di sisi lain, Prasetyo juga menyoroti situasi keamanan terkini di Gaza. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam pemerintah atas serangan militer Israel yang kembali pecah pada Sabtu (31/1), meski kesepakatan gencatan senjata sempat tercapai.
Terkait hal ini, Presiden Prabowo Subianto disebut telah bergerak taktis. Kepala Negara membuka komunikasi intensif melalui jalur-jalur tertutup dengan perwakilan negara anggota BoP untuk membahas pelanggaran tersebut.
“Ada (komunikasi), tapi kan melalui jalur-jalur tertutup,” jelasnya mengenai manuver senyap Presiden.
Prasetyo menegaskan bahwa dinamika yang terjadi di lapangan tidak akan menyurutkan komitmen Indonesia. Bantuan kemanusiaan dan dukungan politik bagi rakyat Gaza tetap menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri di bawah komando Presiden Prabowo.
“Tentu kan kita prihatin ya masih terjadi serangan. Tapi bagaimanapun juga kita akan terus berupaya, karena itu bagian dari komitmen kita bangsa Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza,” tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar