Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama platform donasi Kitabisa resmi membangun kampung darurat bernama Kampung Cahaya Zakat di Deir Al-Balah, Gaza, Palestina. Program kemanusiaan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan nyata masyarakat Indonesia untuk membantu warga Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.
Kampung darurat itu dibangun menggunakan dana bantuan dan donasi masyarakat Indonesia yang dihimpun melalui berbagai program kemanusiaan untuk Palestina. Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, pembangunan Kampung Cahaya Zakat mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.
"Kita menunjukkan komitmen bangsa Indonesia, komitmen Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, yang sangat concern, sangat commit kepada perjuangan rakyat Palestina dan sangat concern kepada nasib rakyat Palestina. Itulah sebabnya beliau mendorong semua kekuatan yang ada di Indonesia, termasuk Badan Amil Zakat Nasional, untuk memberikan dukungan-dukungan dan bantuan-bantuan," kata Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5).
Program Kampung Cahaya Zakat mencakup pembangunan 200 unit tenda keluarga untuk pengungsi, 50 unit toilet, tenda masjid berukuran 100 meter persegi, serta tenda kelas untuk mendukung aktivitas pendidikan dan ibadah warga Palestina di pengungsian.
Selain pembangunan fasilitas darurat, Baznas juga menyalurkan 151.000 liter air bersih dan ribuan paket makanan kepada total 11.714 penerima manfaat di wilayah tersebut. Baznas turut memberikan dukungan pendidikan melalui program kafalah atau insentif bagi 20 guru sekolah dan pengajar tahfiz Quran selama enam bulan ke depan agar kegiatan belajar anak-anak Palestina tetap berjalan di tengah situasi perang.
Sosial dan Pendidikan
Menurut Sodik, program tersebut tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan pendidikan warga Gaza. "Laporan ini kami sampaikan sebagai pertanggungjawaban kepada para pendukung umat, kepada pendukung bangsa Indonesia yang telah mempercayakannya kepada Baznas," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut. "Mohon doanya agar Baznas terus semakin dipercaya, yang dengan itu Baznas semakin peduli kepada para duafa, termasuk peduli kepada saudara-saudara kita di Gaza, di Palestina," kata Sodik Mudjahid.
Sementara itu, Direktur Timur Tengah Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Fathurrahman menilai pembangunan Kampung Cahaya Zakat menjadi simbol solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina.
"Kampung Cahaya Zakat ini menjadi salah satu bukti nyata dari semangat tersebut. Program ini bukan hanya menghadirkan bantuan fisik berupa tenda, fasilitas sanitasi, masjid, atau sekolah, tetapi lebih dari itu menghadirkan harapan, menghadirkan rasa aman, menghadirkan rasa nyaman, dan yang paling penting menghadirkan pesan kepada saudara kita di Palestina bahwa mereka tidak sendiri," ucap Ahrul Tsani Fathurrahman.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNRWA, jutaan warga Gaza masih hidup dalam kondisi pengungsian akibat konflik berkepanjangan yang merusak permukiman, fasilitas kesehatan, hingga sekolah. Krisis air bersih dan pangan juga menjadi tantangan utama di sejumlah wilayah Gaza dalam beberapa bulan terakhir.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui pemerintah, lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, hingga penggalangan dana masyarakat sipil.
Tinggalkan Komentar
Komentar