periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengkritik kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dinilainya cenderung bungkam terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. Ia menilai adanya standar ganda dalam menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) ketika bersinggungan dengan kepentingan negara-negara Barat.
Prabowo menyoroti kontradiksi antara narasi demokrasi yang sering digaungkan dunia Barat dengan realitas pemboman di Gaza yang masih terus berlanjut tanpa kritik berarti dari organisasi aktivis internasional maupun domestik.
“Negara Barat selalu mengajarkan kepada kita HAM, selalu mengajarkan demokrasi. (Tapi) saya jarang dengar LSM-LSM yang kritik pemboman di Gaza itu. Maaf ya, saya nyindir juga,” kata Prabowo, Jumat (20/3).
Ia menilai fenomena ini sebagai bentuk nyata dari the moral decline of the West atau kemerosotan moral Barat. Menurutnya, banyak pihak enggan memberikan kritik keras apabila pelakunya melibatkan aliansi negara Barat.
Namun, mantan Menteri Pertahanan ini menegaskan sikapnya bukan didasari kebencian terhadap blok Barat, melainkan berdasarkan pengamatannya terhadap fakta di lapangan.
“Kalau yang terkait negara Barat, mereka enggan terlalu banyak bicara. Sekali lagi saya bukan anti-Barat, tapi saya tahu apa yang sedang terjadi (I know what’s happening),” tegasnya.
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan negara-negara Arab dan Muslim terus berupaya menggunakan jalur diplomasi untuk menghentikan penghancuran di Gaza. Ia menyebut banyak pemimpin negara saat ini mendesak Amerika Serikat agar menggunakan pengaruhnya untuk meredam serangan Israel.
“Mereka semua mendesak Amerika, ‘Tolonglah hentikan penghancuran Gaza ini’,” ungkap Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar