Periskop.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengirimkan 2.400 paket pakaian baru bagi para pengungsi di dua lokasi penting, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp di pusat Kota Gaza, Palestina.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menjelaskan, ribuan baju lebaran ini merupakan akumulasi bantuan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Termasuk kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), MIRA, LAZ Muhajir, serta jajaran mitra strategis Baznas lainnya.
"Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/3).
Ia menekankan, distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp merupakan langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat mereka di Gaza yang telah kehilangan harta benda.
Saidah menyebutkan, bantuan ini diprioritaskan kepada kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak. Dengan menggandeng mitra lokal, Baznas memastikan proses distribusi di tengah situasi sulit tetap berjalan kondusif dan tepat sasaran.
Ia pun menekankan komitmen Baznas untuk Palestina tidak akan berhenti pada bantuan sandang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus konsisten memberikan dukungan doa dan donasi terbaik demi memulihkan kondisi kemanusiaan di tanah para nabi tersebut.
"Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. Baznas akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," ujar Saidah.
Hidangan Berbuka
Sebelumnya, Baznas RI menyalurkan sebanyak 1.314 paket hidangan berbuka puasa sumbangan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina.
Melalui keterangan di Jakarta, Jumat (27/2), Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, distribusi paket berbuka puasa ini merupakan salah satu prioritas utama Baznas agar warga Palestina dapat berbuka puasa dengan asupan nutrisi yang layak di tengah kondisi sulit.
"Melalui paket hidangan berbuka ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana tetap memiliki kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dan merasakan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia," ucapnya.
Noor menyebut pada Ramadan ini kebutuhan pangan di Gaza menjadi hal yang krusial. Maka dari itu, pendistribusian ini merupakan langkah taktis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga Gaza di tengah keterbatasan akses logistik selama bulan Ramadan.
"Paket bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang harus segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Baznas berkomitmen untuk terus berupaya menyalurkan bantuan secara konsisten guna memastikan kebutuhan dasar warga Gaza terpenuhi selama menjalankan ibadah puasa di situasi yang sulit ini," ujarnya.
Meskipun penyaluran logistik di wilayah Gaza mendapat tantangan karena situasi yang belum stabil, Noor menyatakan Baznas terus berkoordinasi dengan mitra-mitra kemanusiaan di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat.
"Ramadan adalah bulan berbagi dan peduli. Kami berupaya agar kehadiran Baznas di Gaza dapat meringankan duka mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sehingga mereka tetap bisa berbuka dengan layak," tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar