Periskop.id - Kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi. Serangan tersebut disebut memaksa kapal itu berbalik arah dari rute pelayarannya.

Kapal yang jadi sasaran diidentifikasi sebagai NCC GHAZAL, seperti dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (29/7). Otoritas Arab Saudi sejauh ini belum memberikan tanggapan langsung atas klaim tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan via media sosial X menyebutkan, kapal tanker Saudi itu telah melanggar blokade maritim yang diberlakukan kelompoknya terhadap kapal-kapal terkait Saudi. Saree menuduh kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang kali sebelum akhirnya ditembak dengan sejumlah rudal balistik.

Lokasi pasti serangan tidak disebutkan secara rinci oleh Saree. Namun, Houthi diketahui memberlakukan blokade laut di perairan Laut Merah, terutama di Selat Bab el-Mandeb yang menjadi gerbang masuk ke perairan strategis tersebut.

Serangan rudal itu, menurut Saree, memaksa kapal tanker Saudi tersebut mengubah haluan dan kembali ke arah keberangkatannya semula.

Belum diketahui secara jelas apakah ada korban jiwa atau kerusakan pada kapal tanker akibat serangan tersebut. Klaim Houthi ini pun belum bisa diverifikasi secara independen, dan belum ada pernyataan resmi dari otoritas Saudi maupun operator kapal.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi yang dipicu blokade maritim Houthi terhadap Saudi, yang diumumkan pada 20 Juli lalu. Kelompok yang didukung Iran itu menyebut langkah tersebut sebagai respons atas apa yang mereka gambarkan sebagai blokade Saudi terhadap wilayah-wilayah di Yaman yang berada di bawah kendali Houthi.

Pekan lalu, Houthi juga mengklaim telah menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi lain di Laut Merah menggunakan rudal balistik dan drone. Kelompok itu menyebut serangan tersebut memicu kebakaran di atas kapal.

Otoritas Saudi saat itu mengonfirmasi salah satu kapal tankernya diserang. Mereka menegaskan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapal berbendera Saudi ke depannya.