Periskop.id - Kelompok Houthi Yaman melayangkan peringatan keras kepada perusahaan pelayaran dunia. Mereka melarang kapal-kapal memuat atau membongkar kargo di pelabuhan mana pun milik Arab Saudi.

Peringatan itu disebarkan lewat surat elektronik kepada sejumlah perusahaan pelayaran. Houthi menegaskan, pelanggaran atas larangan tersebut bisa berujung sanksi bagi kapal yang bersangkutan.

"Kapal dilarang memuat atau membongkar kargo di atau dari pelabuhan Saudi mana pun," demikian isi email tersebut, yang dikirim Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan Houthi berbasis di Sanaa kepada beberapa perusahaan pelayaran, bertanggal 20 Juli, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/7).

Email itu juga meminta setiap perusahaan pelayaran memperketat kehati-hatian sebelum mengambil keputusan operasional terkait rute ke Saudi.

"Kami sangat menyarankan agar perusahaan Anda melakukan uji tuntas dan sangat berhati-hati dalam semua urusannya," tulis email tersebut, yang juga dilihat langsung oleh Reuters.

Selain larangan, Houthi mengingatkan konsekuensi yang bisa diterima kapal-kapal yang tetap nekat singgah di pelabuhan Saudi.

Ancaman itu tak terbatas pada wilayah tertentu saja, melainkan menjangkau seluruh area operasional milisi bersenjata Houthi.

"Lebih lanjut, mereka mungkin menjadi sasaran di lokasi mana pun dalam jangkauan operasional Angkatan Bersenjata Yaman," demikian bunyi email tersebut.

Ancaman ini muncul di tengah rangkaian ketegangan geopolitik yang tengah membayangi kawasan Timur Tengah.

Sejumlah upaya diplomatik turut berjalan beriringan dengan eskalasi ini, termasuk mediasi Amerika Serikat dan Iran yang sempat berimbas pada penurunan harga minyak dunia lebih dari 1%.

Pertemuan negara-negara ASEAN pun turut diwarnai kekhawatiran atas konflik AS-Iran dan situasi di Laut China Selatan, yang menambah kompleksitas peta ketegangan global saat ini.

"Lebih lanjut, mereka mungkin menjadi sasaran di lokasi mana pun dalam jangkauan operasional Angkatan Bersenjata Yaman," demikian penegasan Houthi dalam email yang sama.