Internasional

Xi Jinping Perintahkan SAR Besar-besaran usai Longsor di Gyirong

Presiden China Xi Jinping perintahkan pencarian besar-besaran usai longsor di perbatasan Gyirong menewaskan korban dan membuat ratusan warga hilang di sisi Tibet.

16 jam yang lalu · 2 mnt baca
Xi Jinping Perintahkan SAR Besar-besaran usai Longsor di Gyirong
Presiden China Xi Jinping. (Xinhua)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran usai longsor menerjang Pelabuhan Perbatasan Gyirong di Daerah Otonomi Xizang, Rabu (26/8). Longsor tersebut menyebabkan korban jiwa serius dan membuat sejumlah warga belum ditemukan di kawasan itu.

Xi menegaskan, otoritas setempat harus mengevakuasi warga yang berisiko dan memberikan penanganan medis tepat waktu bagi korban luka guna meminimalkan jatuhnya korban jiwa. Ia turut meminta jajarannya memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini.

"The top priority must be to make every possible effort to search for and rescue missing people, relocate and resettle people under threat, minimise casualties and restore communications and transportation as quickly as possible," demikian arahan Xi Jinping menurut kantor berita resmi China, Xinhua, Rabu (26/8).

Longsor di Gyirong terjadi sekitar pukul 10:30 waktu setempat pada Rabu, dan langsung menimbulkan korban serta warga yang tak terlacak keberadaannya. Xi menyebutkan, otoritas perlu melakukan operasi penyelamatan secara ilmiah dan mewaspadai potensi bencana susulan.

Presiden China itu turut mencatat bahwa negaranya tengah berada dalam periode kritis pengendalian banjir. Ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bersiap menghadapi skenario terburuk.

Perdana Menteri China Li Qiang turut memerintahkan otoritas untuk memverifikasi jumlah korban hilang dan terdampak. Li juga mengarahkan Kementerian Luar Negeri China untuk berkoordinasi dengan negara lain dan berbagi informasi terkait bencana ini.

Wakil Perdana Menteri China Zhang Guoqing terjun langsung ke kawasan Kerung, dekat perbatasan Nepal-China, untuk meninjau kerusakan dan mengawasi operasi penyelamatan serta respons bencana. Zhang yang merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China itu datang bersama sejumlah pejabat pemerintah terkait untuk memberikan arahan langsung di lapangan.

Sebanyak 145 personel dari detasemen Xigaze, Kepolisian Bersenjata Rakyat China, dikerahkan ke Pelabuhan Gyirong, menurut media pemerintah China, Global Times yang mengutip Korps Xizang.

Tim bantuan di Tibet dijanjikan menerima pasokan berupa tenda, alat pemanas, pakaian, dan perlengkapan tidur, menurut siaran televisi pemerintah China.

Pelabuhan Gyirong sendiri merupakan titik perlintasan darat utama antara China dan Nepal, sekaligus simpul penting dalam proyek konektivitas global Belt and Road milik Beijing. Kawasan yang berada di ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut itu biasanya mencatat perdagangan dua arah senilai ratusan juta dolar AS setiap tahun, dengan arus perdagangan menyumbang hampir sepertiga dari total volume perdagangan China-Nepal pada 2024.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Xi Jinping, china, dan bencana dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.