periskop.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan keras kepada Taiwan agar tidak meresmikan deklarasi kemerdekaan secara formal.
Melansir AFP, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan tersebut usai menerima desakan langsung dari Presiden China Xi Jinping. Donald Trump mengonfirmasi sikap kenegaraan tersebut melalui sesi wawancara televisi pascakunjungan kenegaraan ke China.
"Saya tidak ingin ada yang merdeka," kata Trump dalam siaran Fox News, Sabtu (16/5).
Pemimpin tertinggi Amerika Serikat ini mempertanyakan urgensi pengerahan militer negaranya ke wilayah Asia Timur. Trump merasa sangat enggan mengirimkan pasukan melintasi lautan sejauh ribuan mil hanya demi membela sebuah pulau.
"Dan, Anda tahu, kita seharusnya menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang," tegasnya.
Trump menginginkan stabilitas geopolitik di kawasan Selat Taiwan tetap terjaga secara kondusif. Ia meminta otoritas Taiwan beserta Pemerintah China saling meredam ego guna mencegah gesekan fatal.
"Saya ingin mereka tenang," ujar Trump.
Presiden AS meyakini Pemerintah China tidak akan mengambil tindakan agresi selama keseimbangan status wilayah tersebut tidak berubah. Ia sangat menghindari skenario terjadinya perang terbuka akibat eskalasi isu kemerdekaan di Asia.
"Kita tidak ingin berperang, dan jika tetap seperti ini, saya pikir China akan baik-baik saja dengan itu," ucapnya.
Pemerintah Amerika Serikat selama ini memang konsisten hanya mengakui otoritas Beijing sebagai pemerintahan resmi negara China. Meski menolak kemerdekaan formal, Pemerintah Amerika Serikat tetap menjalankan kewajiban undang-undang untuk menyuplai persenjataan pertahanan ke Taiwan.
Donald Trump mengklaim telah berhasil mengunci kesepakatan perdagangan fantastis bersama Xi Jinping selama lawatan di Beijing. Presiden AS langsung menyodorkan undangan kunjungan balasan kepada Xi Jinping menuju Washington pada bulan September mendatang demi menjaga stabilitas hubungan.
Tinggalkan Komentar
Komentar