periskop.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik terbaru terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai. Trump menyebut Netanyahu sebagai pribadi yang sulit, seraya membandingkannya dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam perbandingan tersebut, Trump menilai Xi Jinping dan Putin justru bersikap kooperatif dalam membantu penyelesaian persoalan dengan Iran. Sikap keduanya dinilai Trump kontras dengan Netanyahu yang disebutnya tak kunjung memudahkan keadaan.

Advertisement

"Dia orang yang sangat sulit," kata Trump merujuk Netanyahu dalam wawancara telepon dengan The New York Times seperti dilansir CNN, Senin (15/6).

Trump tidak merinci lebih jauh maksud di balik kritiknya itu. Namun ia menegaskan, kesepakatan damai yang dicapai AS dengan Iran justru membawa manfaat besar bagi Israel, dan Netanyahu sepatutnya mengakui kontribusi Washington dalam proses tersebut.

"Dan jujur saja, dia (Netanyahu) seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," ujar Trump.

Kritik semacam ini bukan kali pertama dilayangkan Trump kepada Netanyahu. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan Israel di bawah pemerintahan Netanyahu, khususnya terkait serangan ke Lebanon yang terus berlangsung di tengah upaya perdamaian AS-Iran.

Kesepakatan damai itu sendiri sudah diumumkan Trump sebelumnya. Blokade militer AS di Selat Hormuz resmi dinyatakan berakhir sebagai bagian dari langkah konkret atas tercapainya perdamaian kedua negara.

Sebelum Trump bersuara, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif terlebih dahulu mengumumkan tercapainya perdamaian antara Iran dan AS. Trump kemudian membenarkan kabar itu melalui platform Truth Social miliknya, seraya menyatakan seluruh dokumen perjanjian telah disepakati. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss.

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump.