periskop.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bakal bertemu Presiden China Xi Jinping. Trump dijadwalkan bakal tiba di Beijing pada Rabu (13/5) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

 

Pertemuan puncak (summit) dengan Presiden China Xi Jinping ini merupakan kunjungan pertama pemimpin AS ke Negeri Tirai Bambu dalam sembilan tahun terakhir.

 

Kunjungan yang awalnya direncanakan pada Maret lalu ini sempat tertunda akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

 

Kini, di tengah situasi geopolitik yang masih cair, Beijing dan Washington berupaya mencari titik temu pada sejumlah isu sensitif yang membayangi stabilitas global.

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun mengatakan, kedua pemimpin negara akan membahas berbagai isu global, termasuk soal perdamaian di Timur Tengah.

 

"Ini akan menjadi kunjungan pertama seorang presiden AS ke China dalam hampir sembilan tahun. Presiden Xi akan bertukar pandangan secara mendalam dengan Presiden Trump mengenai isu-isu besar yang berkaitan dengan hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Guo Jiakun.

 

Bahkan, Guo Jiakun bilang, negaranya siap memperluas kerja sama dengan AS di berbagai bidang. 

 

"China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, penghormatan, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang sedang berubah dan bergejolak," jelasnya.

 

Menurut keterangan resmi dari Gedung Putih, terdapat tiga poin utama yang akan menjadi fokus pembicaraan kedua pemimpin, yakni rebalancing hubungan dagang, krisis timur tengah dan energi, dan Keamanan Teknologi AI.

 

Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, menekankan bahwa Trump datang untuk mencari kesepakatan yang menguntungkan bagi ekonomi Amerika Serikat.

 

"Presiden Trump tidak pernah bepergian hanya untuk simbolisme. Rakyat Amerika bisa mengharapkan kesepakatan-kesepakatan yang mengedepankan resiprositas dan kemandirian ekonomi," ujar Kelly.