Internasional

Update Banjir Bandang Nepal-China, 919 Tewas dan 4.800 Hilang

Bencana longsoran lumpur dan banjir bandang di perbatasan Nepal-China menewaskan 919 orang, sementara hampir 4.800 lainnya masih dinyatakan hilang.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Update Banjir Bandang Nepal-China, 919 Tewas dan 4.800 Hilang
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur di perbatasan Nepal-China terus bertambah. Hingga Senin, enam hari setelah bencana terjadi, korban jiwa tercatat 919 orang, sementara hampir 4.800 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dari total korban hilang tersebut, 853 di antaranya merupakan warga negara asing. Operasi pencarian dan penyelamatan disebut masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak, termasuk upaya menjangkau pekerja yang terjebak di sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal mencatat 903 kematian telah dikonfirmasi di wilayah Nepal. Sebanyak 4.247 orang, termasuk 592 warga asing, masih belum ditemukan hingga laporan terbaru disampaikan pada Senin.

Daftar orang hilang di sisi Nepal mencakup berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga pekerja sektor energi. Tercatat 25 personel polisi Nepal, 45 anggota tentara, 13 dari Pasukan Polisi Bersenjata, 14 pegawai Kantor Bea Cukai, dan tiga staf Kantor Imigrasi Nepal termasuk dalam kelompok yang belum ditemukan.

Jumlah paling besar justru berasal dari sektor kelistrikan. Sebanyak 933 personel yang bertugas di berbagai stasiun pembangkit listrik tenaga air di Nepal turut hilang, ditambah 127 wisatawan asal Nepal yang juga masuk dalam daftar tersebut.

Situasi di sisi China tak kalah mengkhawatirkan. Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan 16 orang telah dikonfirmasi tewas dan 546 lainnya masih hilang di Kabupaten Gyirong, Provinsi Otonomi Xizang, Tibet, di barat daya China.

Dari jumlah korban hilang di Gyirong, 261 orang di antaranya merupakan warga negara asing. Pemerintah China disebut telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan, dibantu ratusan kendaraan serta ribuan unit peralatan penyelamatan.

Jika data dari kedua negara digabungkan, total korban tewas mencapai 919 jiwa. Sementara jumlah orang hilang tercatat 4.793 orang, termasuk 853 warga negara asing.

Bencana ini bermula dari retakan gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada ketinggian sekitar 5.200 meter yang terjadi Rabu (26/8). Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang berkembang menjadi aliran puing besar, lalu menerjang lembah-lembah di sepanjang wilayah perbatasan.

Gelombang besar air yang bercampur dengan longsoran lumpur menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal. Di sisi China, aliran material yang sama menimbun wilayah perbatasan Gyirong hingga menimbulkan kerusakan besar pada permukiman dan infrastruktur di sana.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai banjir bandang, dan Nepal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.