Internasional

Banjir Bandang Nepal Bersumber dari Longsoran Gletser di Pegunungan

USGS mengonfirmasi getaran seismik M 5,2 di Nepal bersumber dari gletser runtuh yang memicu banjir bandang. Ratusan wisatawan dilaporkan hilang.

2 hari yang lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ilustrasi banjir bandang di Nepal. (AI)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengonfirmasi peristiwa getaran seismik bermagnitudo 5,2 di wilayah pegunungan Nepal berasal dari keruntuhan gletser. Peristiwa alam tersebut kemudian berdampak serius karena memicu banjir bandang di kawasan hilir.

Lembaga tersebut menjelaskan, getaran yang tercatat pada 26 Agustus ini awalnya dinilai sebagai fenomena gempa bumi biasa. Namun, hasil pemantauan awal yang sempat mendeteksi getaran berkekuatan magnitudo 4,4 tersebut langsung direvisi setelah analisis lanjutan dilakukan.

"Peristiwa seismik bermagnitudo 5,2 terjadi di dekat perbatasan antara Nepal dan China pada 26 Agustus. USGS menentukan peristiwa seismik tersebut merupakan keruntuhan gletser dan aliran material longsoran yang kemudian menimbulkan dampak dahsyat di wilayah hilir," kata USGS dalam peryataannya dikutip Kamis (27/8).

Pihaknya menambahkan, analisis mendalam terhadap pergerakan gelombang seismik memastikan tidak ada aktivitas teknis gempa bumi di lokasi tersebut. Sinyal kuat yang terekam sensor murni dipicu oleh pergeseran gletser berskala besar yang hancur.

Material es dan lumpur pekat yang runtuh tersebut dilaporkan meluncur deras menuju lembah. Kondisi ini secara instan mengubah aliran sungai di sekitar kawasan pegunungan menjadi ancaman bahaya bagi pemukiman.

Aliran air bercampur material longsoran dinilai menerjang Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Nepal dengan sangat cepat pada Rabu. Gelombang banjir tersebut sempat diperkirakan warga akibat guncangan gempa yang meruntuhkan tebing sungai.

Bencana mendadak ini dampaknya langsung menyasar aktivitas pariwisata di sekitar lokasi kejadian. Jalur evakuasi yang tertutup longsoran material memperburuk proses pencarian para korban di lapangan.

Otoritas Pariwisata Nepal mencatat lebih dari 660 wisatawan dilaporkan hilang usai banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Hingga saat ini proses pencarian dan pemetaan wilayah terdampak masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.

"Peristiwa ini awalnya dilaporkan sebagai gempa bumi bermagnitudo 4,4," tutup USGS.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Nepal, banjir bandang, dan Bencana Alam dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.