iklan periskop
Investasi

Bitcoin Dekati US$80.000, Reli Mingguan Terbesar Sejak 2023

Bitcoin melesat hingga US$77.500 dan bakal catat kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023, dipicu langkah fiskal baru Departemen Keuangan AS.

2 hari yang lalu · 2 mnt baca
kripto, bitcoin
Ilustrasi koin kripto Bitcoin. Foto/Ilustrasi: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bitcoin nyaris menyentuh US$80.000 setelah mencatat lonjakan harga yang berpotensi jadi kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Mata uang kripto tersebut melejit hingga 9,4% dan diperdagangkan di kisaran US$77.500 pada akhir perdagangan di New York.

Sepanjang pekan ini, Bitcoin sudah menguat sekitar 23%. Kalau tren ini bertahan, kenaikan tersebut bakal jadi yang terbesar sejak Maret 2023.

"Saya pikir sekarang saatnya bagi investor untuk memikirkan diversifikasi ke berbagai aset dan berbagai negara yang punya kondisi keuangan kuat," tulis pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio dalam unggahan di platform LinkedIn, dikutip Sabtu (22/8).

Level US$80.000 sendiri terakhir kali disentuh Bitcoin pada Mei lalu. Artinya, reli kali ini mengembalikan harga aset kripto tersebut ke posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Euforia di pasar kripto muncul usai Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan rencana barunya pada Rabu. Bessent menyebutkan, departemennya akan setidaknya menggandakan nilai pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang.

Langkah tersebut langsung memicu kenaikan harga yang signifikan. Trader yang sebelumnya memasang posisi short pun terpaksa melikuidasi posisinya senilai miliaran dolar.

Momentum penguatan ini kian terdorong oleh sinyal politik. Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump bertemu dengan sejumlah pemimpin industri kripto, langkah yang dinilai turut mengerek optimisme pelaku pasar.

Bloomberg News melaporkan, dampak dari kebijakan fiskal baru ini tidak cuma dirasakan pasar kripto. Harga emas ikut terkerek ke level tertinggi sejak Mei.

Kenaikan harga emas ini muncul di tengah kekhawatiran investor bahwa intervensi pemerintah di pasar obligasi berpotensi menekan nilai dolar AS. Investor pun mulai mencari aset lindung nilai alternatif.

Kondisi pasar yang bergejolak ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan Ray Dalio. Ia menilai, penguatan berbagai kelas aset belakangan ini jadi alasan kuat bagi investor untuk tidak menumpuk portofolio di satu jenis aset atau satu negara saja.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Scott Bessent, bitcoin, dan aset kripto dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.