Periskop.id - Harga minyak dunia anjlok tajam pada Selasa, 4 Agustus 2026 waktu setempat setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Brent ditutup turun 5,3% ke US$79,36 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,7% menjadi US$75,77 per barel.
Bessent menyebutkan, pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan Iran terkait normalisasi lalu lintas di selat strategis tersebut. Ia menilai peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat cukup besar.
"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent dalam program Squawk Box di CNBC, dikutip Rabu (5/8).
Saat ditanya soal kemungkinan Iran memungut biaya lintas atau tol dari kapal-kapal yang melewati selat tersebut, Bessent tidak merinci lebih jauh mekanisme yang sedang dibahas kedua negara. Ia hanya menegaskan poin utama dari kesepakatan yang sedang dirundingkan.
"Hal itu berarti kebebasan lalu lintas," ujar Menteri Keuangan tersebut.
Teheran, menurut Bloomberg News, sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan negara-negara Eropa membersihkan ranjau dari Selat Hormuz. Keberadaan ranjau di jalur pelayaran itu disebut menjadi salah satu hambatan terbesar bagi normalisasi lalu lintas kapal.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan telah membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran untuk memberi ruang negosiasi soal Selat Hormuz. AS dan Iran sempat menandatangani kesepakatan pembukaan selat pada 17 Juni, namun perjanjian itu batal berjalan tak lama setelah disepakati.
Iran menginginkan kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz melalui perairan teritorialnya. Negara itu diketahui berulang kali menyerang kapal yang berlayar di selat tersebut, tepatnya di lepas pantai Oman, meski berada di bawah perlindungan militer AS.
Sebuah kapal kargo dilaporkan terkena hantaman proyektil tak dikenal pada Senin, di lokasi sekitar 20 mil laut di timur laut Al Khasab, Oman. Insiden itu tercatat dalam laporan United Kingdom Maritime Trade Operations Centre.
Direktur TD Securities Ryan McKay menilai kemungkinan kesepakatan tercapai tetap tipis. "Kecil kemungkinannya Iran akan menyetujui kesepakatan apa pun tanpa mendapatkan kendali atas Selat tersebut, oleh karena itu, kami menilai potensi kesepakatan apa pun kemungkinan besar akan gagal pada saat ini," tuturnya.
McKay menambahkan, arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz kemungkinan tidak akan melonjak signifikan meski kesepakatan tercapai.
"Arus pengiriman sudah sejalan dengan implikasi pemulihan produksi saat ini, yang mengisyaratkan bahwa potensi peningkatan arus bahkan di bawah kesepakatan yang komprehensif sangatlah minim," pungkas McKay.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar