iklan periskop
Komoditas

Ancaman Sanksi AS ke Iran Bikin Harga Minyak Bergejolak

Harga minyak WTI terkoreksi Jumat pagi usai melonjak lebih dari 2% sehari sebelumnya, dipicu ancaman sanksi baru AS terhadap Iran.

3 hari yang lalu · 2 mnt baca
Ancaman Sanksi AS ke Iran Bikin Harga Minyak Bergejolak
Ilustrasi Pengeboran MInyak. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Jumat (21/8) pagi, sehari setelah melonjak lebih dari 2% akibat ancaman sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Meski begitu, harga minyak diperkirakan tetap mencatat kenaikan mingguan yang signifikan.

Mengutip Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Oktober 2026 di New York Mercantile Exchange tercatat US$86,12 per barel pada pukul 07.35 WIB. Angka itu turun 0,82% dibanding sehari sebelumnya yang berada di US$86,83 per barel.

Kenaikan mingguan yang diperkirakan masih akan terjadi disebabkan oleh langkah Amerika Serikat mengisolasi Iran, yang meningkatkan peluang gangguan pasar lebih lanjut.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menjelaskan, pemerintahnya akan merinci sanksi terhadap Iran pada pekan depan.

Ia menyebutkan, rencana sanksi tersebut muncul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan upaya itu sebagai momen penentu bagi perekonomian Iran.

Bessent menerangkan, langkah-langkah tersebut bakal menyasar Iran secara langsung. Ia menambahkan, sanksi itu juga berpotensi menjerat negara-negara lain yang punya hubungan dagang dengan Iran, termasuk China.

Sepanjang tahun ini, harga minyak sudah naik lebih dari 50% akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan.

Kedua negara disebut saling berebut kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang jadi jalur distribusi minyak dunia.

Situasi di selat tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat pelaku pasar terus memantau perkembangan konflik AS-Iran.

Dalam wawancara dengan CNBC, Scott Bessent mengungkapkan bahwa Washington saat ini mengendalikan Selat Hormuz. Ia menerangkan, kapal-kapal dagang masih dapat melintas melalui jalur selatan meski ketegangan terus berlangsung.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Scott Bessent, Donald Trump, harga minyak dunia hari ini, dan West Texas Intermediate (WTI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.