banner-sheroes-yoga
Investasi

Bitcoin Turun 4,37% Sepekan Jelang Keputusan FOMC

Bitcoin melemah ke US$75.768 usai sempat menyentuh US$79.580, tertekan sentimen FOMC dan kegagalan Clarity Act di Senat AS.

kripto, bitcoin
Ilustrasi koin kripto Bitcoin. Foto/Ilustrasi: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga Bitcoin kembali tertekan menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Berdasarkan data CoinMarketCap, Rabu (16/9/2026) pukul 14.40 WIB, BTC diperdagangkan di level US$75.768, melemah 1,85% dalam 24 jam terakhir dan terkoreksi 4,37% sepanjang sepekan.

Financial Expert Ajaib Panji Yudha menjelaskan, pelemahan tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat menguat di awal pekan. Ia menilai kondisi itu menandakan pasar mulai mengantisipasi sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset kripto ke depan.

"Bitcoin terkoreksi ke bawah US$76.000 setelah sempat menyentuh US$79.580 di awal pekan, seiring meningkatnya sikap hati-hati investor jelang pekan krusial kebijakan makro global," kata Panji dalam analisisnya, Rabu (16/9).

Bitcoin memang sempat menyentuh level US$79.580 pada Senin (14/9). Namun penguatan itu tak bertahan lama, dan harga kembali melemah ke kisaran US$75.000 pada pertengahan pekan.

Selain sentimen suku bunga, tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari perkembangan regulasi aset kripto di AS. Senat AS pada Selasa (15/9) gagal memajukan RUU Clarity Act lewat voting prosedural, dengan hasil 49 berbanding 50 suara.

RUU tersebut membutuhkan minimal 60 suara agar bisa lanjut ke tahap pembahasan berikutnya. Clarity Act dirancang untuk memberi kepastian kerangka regulasi bagi industri aset digital di AS, termasuk pembagian kewenangan pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Kegagalan voting itu membuat pelaku pasar kembali mencermati ketidakpastian regulasi kripto di Negeri Paman Sam. Kondisi likuiditas dan suku bunga yang lebih tinggi turut menekan aset spekulatif, seiring investor yang menjadi lebih selektif menempatkan dana.

Panji menyebutkan, respons pasar terhadap keputusan The Fed nantinya ditentukan oleh besaran perubahan suku bunga sekaligus cara bank sentral AS mengomunikasikan arah kebijakan berikutnya. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan mengumumkan keputusan tersebut.

Untuk perdagangan hari ini, Panji memperkirakan Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang US$74.000 hingga US$76.000.

"Fokus pasar kini bergeser ke bagaimana The Fed akan mengomunikasikan arah kebijakan ke depan saat pengumuman FOMC pada Kamis (17/9) dini hari pukul 01.00 WIB," ujarnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai kripto, dan Bitcoin dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.