Pramono Laporkan Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52%
Jakarta tumbuh 5,52% dan sumbang 16,32% ekonomi nasional. Investasi melonjak Rp173 triliun, bukti kepercayaan investor tetap tinggi.

Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan capaian perekonomian ibu kota secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52% pada triwulan ini serta menyumbang kontribusi signifikan 16,32% terhadap perekonomian nasional.
Pramono menegaskan, fondasi penguatan ekonomi daerah terus diperkuat seiring langkah transformasi Jakarta menuju kota global berdaya saing, terutama melalui pembangunan infrastruktur transportasi publik yang modern dan terintegrasi.
“Bapak Presiden yang kami hormati, menjelang usia 5 abad, kami terus memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing. Salah satunya dengan membangun sistem transportasi yang lebih baik, terintegrasi, dan sekaligus menimbulkan produktivitas serta ekonomi yang lebih baik bagi Jakarta,” kata Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9).
Ia kemudian memaparkan sejumlah indikator makroekonomi Jakarta yang menunjukkan tren positif dan berdampak nyata bagi skala nasional.
“Bapak Presiden, kami laporkan: Jakarta triwulan ini tumbuh 5,52%, inflasi 2,5%, Jakarta memberikan kontribusi bagi perekonomian kita 16,32%,” lanjutnya.
Kinerja positif tersebut sejalan dengan meningkatnya arus penanaman modal di ibu kota. Pramono menyebut nilai investasi di Jakarta melonjak drastis dibandingkan capaian beberapa tahun sebelumnya.
“Yang juga menggembirakan, Bapak Presiden, kalau dulu di tahun 2021 selama satu tahun penuh investasi Jakarta itu 103 triliun, dalam era dua tahun ini dalam kepemimpinan Bapak, Jakarta tumbuh 162%. Di tahun 2025, investasi di Jakarta 270 triliun. Bahkan di triwulan kedua tahun ini, di tahun 2026, Jakarta investasinya 173 triliun,” tutur Pramono.
Menurutnya, lonjakan investasi yang menembus ratusan triliun rupiah pada paruh awal tahun mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha. Stabilitas wilayah membuat investor merasa aman menanamkan modal di Jakarta.
“Artinya apa? Artinya bahwa ekonomi di Jakarta tumbuh dengan baik dan itu tidak mungkin terjadi tanpa ada rasa aman, nyaman, dan juga kepercayaan investor dari mana pun, entah Jakarta,” ungkapnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pramono Anung, dan ekonomi jakarta dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.