Menkes Pastikan Layanan Kesehatan di Maluku hingga Nias Setara Jawa
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin targetkan standar layanan puskesmas dan rumah sakit di 7.000 pulau berpenghuni Indonesia setara dengan Jawa

Periskop.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan standar layanan kesehatan di ribuan pulau berpenghuni Indonesia meningkat signifikan menyusul program renovasi puskesmas. Target ini disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.
Budi menjelaskan, setelah renovasi puskesmas rampung, standar pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan di pulau-pulau berpenghuni Indonesia diharapkan mengalami peningkatan besar. Ia merinci jumlah pulau berpenghuni yang menjadi cakupan program tersebut.
"Ini adalah contoh nanti renovasi puskesmas sudah, kita sudah selesai sehingga diharapkan standar pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan di 7.000 inhabited islands yang ada di Indonesia itu akan jauh lebih meningkat," kata Budi dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menegaskan target akhir dari program pembangunan rumah sakit di wilayah timur dan kepulauan Indonesia, yakni menyamakan standar layanan dengan rumah sakit di Pulau Jawa. Budi merinci sejumlah kabupaten kota yang menjadi bagian dari target pemerataan tersebut.
"Kabupaten kota itu di Maluku, di Nias, di Sumba, di Tual, di Taliabu, Miangas nanti akan sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Jawa," tegas Budi.
Target pemerataan standar layanan kesehatan di seluruh pulau berpenghuni Indonesia ini disampaikan Budi sebagai visi besar dari program transformasi kesehatan yang tengah dijalankan. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI, menandai selesainya seluruh rangkaian liputan Sidang Tahunan MPR RI, Rapat Paripurna DPR RI, dan Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Tiga Kategori Puskesmas yang Menjadi Prioritas
Budi merinci tiga kategori puskesmas yang menjadi prioritas, mencakup kecamatan yang belum memiliki fasilitas kesehatan tersebut hingga puskesmas dengan kerusakan parah. Ia menyebut standar rasio penduduk sebagai salah satu acuan penentuan prioritas.
"Ini adalah kriteria dari puskesmas yang akan kita perbaiki. Jadi puskesmas yang ada di seluruh kecamatan, kecamatan-kecamatan yang belum memiliki puskesmas atau adanya kecamatan yang sudah terlalu padat penduduknya dibandingkan dengan standar satu puskesmas 30 ribu, ataupun puskesmas rusak berat, itu akan kita renovasi dan kita akan bangun yang belum memiliki," kata Budi dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menambahkan sejumlah fasilitas pendukung yang akan turut dilengkapi dalam proses renovasi tersebut. Budi merinci tiga sarana prasarana utama yang menjadi bagian dari program tersebut.
"Kita juga akan melengkapi beberapa sarana prasarana seperti listrik, internet, dan ambulans di puskesmas-puskesmas tersebut," ujar Budi.
Ia menegaskan target waktu penyelesaian program renovasi puskesmas secara keseluruhan sesuai arahan Presiden. Budi menyebut rentang tahun yang menjadi tenggat penyelesaian program tersebut.
"Diharapkan di tahun 2029 atau 2030, Pak Presiden kasih targetnya, ini semua sudah harus selesai," tegas Budi.
Kriteria dan target renovasi puskesmas ini disampaikan Budi sebagai bagian dari pemaparan transformasi sektor kesehatan yang lebih luas. Konferensi pers ini digelar usai penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR RI
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Budi Gunadi Sadikin, Kementerian kesehatan, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.