Periskop.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menggelar evaluasi khusus terhadap sentra pendidikan dokter spesialis di Manado, Sulawesi Utara. Derasnya laporan dugaan perundungan yang masih masuk menjadi pendorong utama langkah tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui berbagai upaya pemberantasan bullying di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebenarnya sudah berjalan dan mulai membuahkan hasil. Namun, ia menyebut sejumlah sentra pendidikan belum menjalankan perbaikan secara optimal, termasuk di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

"Ini menunjukkan masih belum sempurna. Saya mengetahui langkah-langkah itu sudah dijalankan dan jumlah perundungan sudah menurun. Namun beberapa sentra pendidikan masih belum cukup baik melakukannya," kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/7).

Kondisi itulah yang mendorong Kemenkes menjadwalkan review khusus terhadap dua institusi di Manado, yakni RSUP Prof Dr R D Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat.

"Itu sebabnya kita akan melakukan review khusus untuk sentra pendidikan di Rumah Sakit Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi agar benar-benar bisa diperbaiki," ujar Budi.

Evaluasi itu bukan langkah pertama yang diambil Kemenkes terkait persoalan ini. Sebelumnya, kementerian sudah menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesi di RSUP Prof Dr R D Kandou, menyusul dugaan kasus perundungan yang mencuat di institusi tersebut.

Kemenkes juga mengirimkan tim untuk menjalankan audit menyeluruh terhadap kasus yang sama.

Meski respons awal sudah diambil, laporan mengenai dugaan perundungan di PPDS Manado dinilai Budi masih terus berdatangan ke mejanya.

Kondisi itu yang mendorong Kemenkes mengambil langkah evaluasi lebih dalam terhadap sentra-sentra yang dinilai belum berbenah.

"Saya masih menerima laporan yang cukup banyak mengenai kejadian di Manado, Sulawesi Utara," tegasnya.