periskop.id - Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (15/6), sekitar pukul 09.15 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Steinmeier hadir didampingi sang istri, Eike Budenbender. Keduanya turun bersama dari pesawat yang membawa mereka ke ibu kota.

Advertisement

Begitu menjejakkan kaki di landasan, Steinmeier dan Menkes Budi saling bersalaman erat. Keduanya sempat terlibat perbincangan singkat sebelum melanjutkan agenda penyambutan.

Steinmeier kemudian menyalami Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Baste, yang turut hadir dalam rombongan penyambutan. Duta Besar Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani juga sempat disambut jabat tangan oleh tamu negara tersebut.

Usai serangkaian sambutan resmi, Steinmeier dan Eike diajak menyaksikan pertunjukan tari yapong. Sajian budaya itu dipersembahkan khusus untuk menyambut kedatangan pasangan presiden Jerman itu.

Tari yapong merupakan tari kreasi khas Betawi yang lahir dari tangan seniman Bagong Kussudiardja. Karya tersebut diciptakan pada 1977 dan hingga kini tetap menjadi salah satu ikon seni pertunjukan dari tanah Betawi.

Setelah pertunjukan tari selesai, Steinmeier dan istri bergerak menuju kendaraan yang telah disiapkan. Keduanya kemudian bertolak menuju Istana Kepresidenan Jakarta.

Di Istana, Steinmeier dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu diagendakan berlangsung pada pukul 11.00 WIB.

Kunjungan Steinmeier ke Indonesia menjadi salah satu agenda diplomatik yang melibatkan dua kepala negara secara langsung. Kehadiran istri Steinmeier, Eike Budenbender, menandai kunjungan ini bersifat kenegaraan penuh.

Halim Perdanakusuma dipilih sebagai pintu masuk kedatangan tamu negara, sebuah prosedur lazim untuk kunjungan resmi di Indonesia. Dari sana, rombongan langsung diarahkan ke pusat pemerintahan di kawasan Gambir.