Periskop.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons kasus dugaan penelantaran dan perundungan terhadap pasien BPJS Kesehatan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) hingga berujung meninggal dunia.

 

Menkes mengaku sedih dan merasa gagal, jika ada masyarakat yang meninggal di usia muda akibat keterbatasan layanan medis.

 

Budi menegaskan, tugas utamanya dari Presiden adalah meningkatkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.

 

“Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya adalah dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76,” kata Budi, di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8).

 

Atas dasar itu, Budi mengekspresikan rasa dukanya yang mendalam atas setiap peristiwa kematian pasien di usia muda yang terjadi di fasilitas kesehatan.
 

“Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal kok teman-teman kita ada yang meninggal muda,” ujar Budi.

 

Budi mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan nasional saat ini, mulai dari sarana fisik hingga etika tenaga medis. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pembenahan menyeluruh.

 

“Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaiklah agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76. Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya,” ungkap Budi.

 

Kasus ini berawal dari curhatan pasien pengguna akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan lambatnya penanganan medis BPJS hingga harus menunggu 8 jam tanpa kepastian ruangan.

 

Unggahan tersebut justru menuai komentar perundungan dari sejumlah oknum nakes, salah satunya akun milik dokter RSUP Dr. Sardjito, Elda Putri Rahardini, sebelum akhirnya sang pasien dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (1/8).