iklan periskop
Keuangan

BSI Siapkan Produk Simpanan Emas untuk Ekspansi Bullion

BSI tengah membangun pasar untuk produk simpanan emas baru sebelum meluncurkannya ke masyarakat, sekaligus menjajaki penjaminan bersama Bank Indonesia.

15 jam yang lalu · 2 mnt baca
BSI, Bank Syariah Indonesia
Ilustrasi gedung BSI. Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah mempersiapkan ekspansi bisnis emas lewat produk simpanan emas baru. Produk ini nantinya memungkinkan emas milik masyarakat disalurkan kembali ke pihak yang membutuhkan, seperti toko-toko emas.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, pengembangan simpanan emas ini masih dalam tahap persiapan, terutama dari sisi pembangunan pasar dan model bisnis. Menurutnya, BSI perlu memastikan ada pasar yang mampu menyerap emas yang dihimpun dari nasabah sebelum produk ini benar-benar berjalan.

"Kalau simpanan emas itu mesti punya market-nya dulu. Ini kita lagi bangun market-nya, supaya kalau ada masyarakat yang simpan emas, kita bisa menyalurkan kepada toko-toko emas yang butuh," kata Anggoro kepada media, dikutip Sabtu (22/8).

Ia menambahkan, BSI perlu membangun sistem dan ekosistem bisnis terlebih dahulu karena simpanan emas merupakan lini bisnis yang benar-benar baru. Meski begitu, BSI sejatinya sudah mengantongi izin sebagai bullion bank.

Dalam model simpanan emas yang sedang disiapkan, emas fisik akan menjadi underlying dari setiap transaksi. Alhasil, transaksi yang berlangsung pada dasarnya merupakan pertukaran emas dengan emas atau gold to gold.

Di luar itu, BSI juga sudah membahas skema penjaminan khusus untuk simpanan emas bersama Bank Indonesia (BI). Keberadaan lembaga penjamin dinilai jadi aspek penting kalau bisnis ini dikembangkan lebih jauh ke depannya.

"Ke depannya harus ada yang jamin. Idealnya harus ada yang jamin, enggak bisa BSI sendirian yang melakukan," jelasnya.

Selain simpanan emas, BSI juga tertarik mengembangkan produk berbasis exchange traded fund (ETF) emas. Namun, realisasinya masih membutuhkan persiapan dari sisi regulasi maupun internal perbankan.

"Tertarik, tapi kita masih menyiapkan. Regulasinya kalau di perbankan kan menyiapkannya tidak secepat non-bank," ujar Anggoro.

Anggoro menegaskan, bisnis emas bagi BSI tak melulu soal memperbesar bisnis bullion bank. Produk emas juga jadi salah satu strategi perseroan untuk menjaring nasabah baru.

Hingga Juni 2025, BSI mencatat kepemilikan aset kelolaan emas sebesar 24 ton. "Bisnis emas ini bagian dari untuk menambah akuisisi nasabah baru. Yang kita kejar justru tabungan emasnya," kata Anggoro.

Semakin banyak masyarakat yang menabung emas di BSI, ia menilai semakin besar pula peluang bank mengonversi pengguna produk emas menjadi nasabah perbankan syariah secara utuh.

"Karena masyarakat waktu kita tawari perbankan syariah, salah satu diferensiasinya adalah tabungan emas. Jadi salah satu produk," katanya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Bank Indonesia (BI), Emas, dan bullion dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.